3 Oknum Salah Gunakan Profesi Jurnalis Sebagai Ajang Pemerasan

 

Sidoarjo, Harianradar.com – Penyalahgunaan profesi sebagai Jurnalis kembali terjadi. Yang mana semestinya, wartawan tugasnya adalah menggali sebuah informasi dan membuat sebuah pemberitaan, ini diduga malah dijadikan ajang sebagai alat untuk memeras orang.

Hal tersebut telah terjadi kepada Mr, salah satu pengusaha Pom Mini yang berada di daerah Sidoarjo Jawa Timur.
Dirinya mengaku telah menjadi korban pemerasan oleh tiga orang yang mengaku sebagai Wartawan media Online.

“Saya itu punya usaha Pom Mini di tempat saya jalan Sidoarjo, dan itupun saya sudah dapat ijin dari pemerintah setempat, bahkan juga persetujuan dari warga sekitar,” ujar Mr (27/5).

Mr melanjutkan, saat itu pada hari Rabu (26/5) tengah malam sekitar pukul 20.00 Wib, datang ketiga oknum yang mengaku dari Wartawan.

Kemudian menuding saya sebagai penadah Bahan Bakar Bersubsidi (BBM).

“Saat itu mereka menyebutkan namanya masing. Yaitu D, I, dan B. Tapi disini saya itu disini beli bahan bakarnya Pertalite, memang belinya pakai Jerigen, dan saat itu ada sejumlah jerigen kosong di mobil saya,” Jelasnya.

Masih kata Mr melanjutkan peristiwanya, saat itu ketiganya yang mengaku dari Wartawan tersebut meminta sejumlah uang dengan nominal 10 juta rupiah agar tidak diberitakan.

“Lho salah saya apa, saya waktu itu sangat takut diancam seperti itu.

Mengingat istri saya sedang hamil 5 bulan dan takut terdengar olehnya, lantas saya kasihlah uang 1 juta rupiah yang diterima oleh salah satu teman dari ketiga oknum Wartawan tersebut,” imbuhnya.

Bahkan tidak hanya berhenti disitu, ketiga oknum wartawan itu meminta jatah bulanan dengan nominal 300 ribu perbulan dengan dalih keamanan.

“Katanya saya harus ngasih atensi 300 ribu perbulan, jika tidak mau urusan ini panjang, bahkan rencananya saya akan dibawa ke Polres,” kata Mr menirukan kata kata dari salah satu oknum Wartawan.

Secara terpisah, menanggapi ada informasi dan aduan dari masyarakat, yang telah diresahkan oleh ulah oknum Wartawan yang tidak bertanggungjawab. Salah satu perwakilan rekan media mencoba menghubungi Oknum yang disebut sebut oleh Mr.

Dalam keterangannya melalui telepon seluler, D menjelaskan bahwasanya memang mengakui telah menemukan temuan adanya jerigen dalam mobil.

“Iya itu ada penimbunan, dan uang 10 juta itu tidak saya terima. Saya hanya dikasih 1 juta, itupun tidak saya terima melainkan dimasukkan dalam tas teman saya,” terang D melalui telepon seluler.

Saat ditanya apakah benar D dan rekannya meminta sejumlah uang seperti apa yang diuraikan Mr, dirinya membenarkan bahwasanya itu untuk iklan di redaksi.

“Lho waktu itu Mr tanya, uang segitu buat apa ?, Ya kan saya jawab kalau samean ikut aturan saya, ya biaya iklan 3,5 juta permedia, sedangkan kami di sini semua beda media jadi 10 juta, ya kan samean ini sudah salah nimbun BBM,” imbuh D.

Dalam hal ini, tentu saja merupakan sebuah pembelajaran. Yang mana jika ada orang yang mengaku sebagai wartawan, dirinya tidak boleh memutuskan bahkan menjustifikasi, orang tersebut bersalah atau tidak. Biar hukum yang menentukan.

Sampai berita ini diturunkan, Mr akan membuat laporan kepada pihak berwajib, karena sangat resah dan takut jika didatangi oleh orang yang mengaku sebagai wartawan.

Karena mengingat sang istri sedang dalam masa hamil.

Sedangkan untuk ketiga Oknum yang mengaku sebagai Wartawan tersebut, rencananya juga akan memuat hasil investigasi yang akan disajikan kepada publik. (Red)

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *