Jadi Sorotan Publik | Peninggian Lantai Tidak Gunakan Sirtu, Simbol K3 Hanya Pajangan! Anak Dibawah Umur Bebas Masuk Area Proyek Puskesmas Sidosermo

Foto: Pembangunan Gedung Puskesmas Sidosermo TA 2026. Mutu dan spesifikasi pembesian menjadi sorotan serta perlu diverifikasi kesesuaiannya dengan gambar rencana (bestek) dan dokumen kontrak.
Foto: Pembangunan Gedung Puskesmas Sidosermo TA 2026. Mutu dan spesifikasi pembesian menjadi sorotan serta perlu diverifikasi kesesuaiannya dengan gambar rencana (bestek) dan dokumen kontrak.

Surabaya – Proyek pembangunan Puskesmas Sidosermo senilai Rp7.045.439.990 yang dikerjakan CV Putra Perkasa Koorporation di bawah Satuan Kerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menjadi sorotan publik.

Proyek yang berlokasi di Jalan Raya Jemursari No. 197 itu diawasi CV Adzra Anugerah dengan masa pelaksanaan 210 hari kalender sejak Maret 2026.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan peninggian lantai dasar tidak menggunakan urugan tanah atau sirtu sebagaimana metode yang lazim diterapkan, melainkan memakai plat beton bertulang dengan pembesian rangkap yang menjadi bagian dari struktur utama bangunan.

Secara teknis, plat beton tersebut berfungsi sebagai elemen struktur yang menghubungkan sloof dan kolom sekaligus membantu menahan rembesan air tanah.

“Karena itu, mutu beton, ketebalan plat, diameter dan jumlah tulangan, jarak penulangan, selimut beton, metode pengecoran, pemadatan menggunakan vibrator, hingga proses curing harus sesuai gambar kerja dan spesifikasi teknis,” kata Sholeh, Aktivis sosial kepada Jurnalis harianradar (29/06).

Selain plat lantai, pekerjaan balok, kolom, dan pondasi strauss pile juga dinilai perlu diverifikasi. Pemeriksaan meliputi kedalaman dan diameter pondasi, dimensi tulangan, mutu baja, mutu beton, volume pekerjaan, serta kesesuaian pelaksanaan dengan gambar struktur, spesifikasi teknis, Bill of Quantity (BoQ), Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan dokumen kontrak.

“Audit teknis juga dinilai penting terhadap hasil uji kuat tekan beton, sertifikat mutu baja tulangan, laporan pengawasan, dokumentasi pelaksanaan, serta hasil pengujian lapangan. Verifikasi volume fisik dengan volume yang dibayarkan diperlukan untuk memastikan tidak terjadi perbedaan antara kontrak dan pekerjaan yang terpasang,” ujarnya.

Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang dirancang berumur panjang, kualitas struktur Puskesmas menjadi aspek yang tidak dapat dikompromikan.

“Apabila ditemukan ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi mutu, kekuatan, dan umur layan bangunan serta menjadi bahan evaluasi bagi pengguna anggaran maupun aparat pengawas sesuai ketentuan yang berlaku,” cetusnya.

Apalagi Anak di bawah umur terlihat bebas memasuki wilayah proyek, hal ini merupakan pelanggaran serius terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan dapat dikenai sanksi pidana jika terjadi kecelakaan.
“Simbol K3 Hanya Pajangan, Anak Di Bawah Umur Bebas Masuk di area proyek”. Apa ini merupakan sebuah kritik keras terhadap lemahnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di suatu area kerja atau proyek konstruksi ?. “Secara hukum dan etika kerja, kondisi tersebut merupakan pelanggaran serius,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh penjelasan teknis dari pihak terkait mengenai spesifikasi material, metode pelaksanaan, maupun mutu pekerjaan yang diterapkan pada proyek tersebut.( * ).

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *