Pencurian di RSUD dr. Soewandhi Terbongkar, Ternyata Pelakunya Masih Orang Dalam

Surabaya, – Aksi pencurian yang kerap terjadi di RSUD dr. Soewandhi Surabaya dapat dibongkar berkat kerjasama manajemen rumah sakit pelat merah itu dengan Polsek Simokerto. Hal ini disampaikan Direktur RSUD dr. Soewandhi, dr. Billy D. Messakh.

“Tempat kita itu yang mengawasi Polsek Simokerto. Apapun mau kriminal atau gangguan Kamtibmas itu semua Polsek Simokerto yang menangani,” kata Billy, kepada awak media, Senin (30/1/2023).

Terkait aksi pencurian aset RSUD dr. Soewandhi berupa kompresor dan CPU komputer yang menurut informasi dua pelaku berhasil ditangkap Polsek Simokerto, Billy membenarkan dan memastikan dirinya sebagai pelapor. Pihak Polsek Simokerto kata Billy memberi kabar kalau pelaku pencurian tersebut sudah ditangkap.

“Intinya dia (Kapolsek Simokerto) cuma ngasih tahu aku, dok sudah ketangkep. Wong piro mas?, pokoknya otaknya wes onok (artinya orang berapa mas, pokoknya otak sudah ada),” ucap Billy menirukan percakapannya dengan Kapolsek Simokerto, Kompol A.R Dwi Nugroho.

Billy tak menampik, kedua terduga pelaku pencurian itu merupakan karyawan kontrak RSUD dr. Soewandhi inisial JM dan FR yang bekerja sebagai cleaning service (petugas kebersihan).

“Tindakan para pelaku ini terekam CCTV waktu mencuri,” bebernya.

Manajemen RSUD dr. Soewandhi sambung Billy soal rekrutmen karyawan juga disalahkan oleh Kapolsek Simokerto karena tidak ngomong terlebih dahulu. Billy menjelaskan karena ternyata kedua pelaku ini mempunyai track record bekerja di salah satu rumah sakit juga dikeluarkan karena diduga terlibat pencurian.

“Bukan residivis tapi spesialis pencurian. Memang mau bagaimana lagi, waktu pandemi kita butuh banyak karyawan dan memang tidak diseleksi dengan ketat. Akibatnya itu menjadi titik lemah kita,” pungkasnya.

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *