banner 728x250

Meretas Rantai Gelap Jalan Kunti: Dua Hari Usai Grebekan, Mencuat DJL Sang Bandar Narkoba Terciduk di Apartemen Tidar 

DJL Sang Bandar Narkoba Jalan Kunti Surabaya, Terciduk di Apartemen Tidar 
DJL Sang Bandar Narkoba Jalan Kunti Surabaya, Terciduk di Apartemen Tidar 
banner 120x600

SURABAYA — Suasana di kawasan Jalan Kunti, Sidotopo, masih menyisakan aroma ketakutan yang pekat. Dua hari lalu, perkampungan padat itu diobrak-abrik oleh aparat dalam sebuah penggerebekan besar-besaran. Lorong-lorong sempit yang biasanya riuh oleh transaksi senyap seketika lumpuh. Namun, riak dari pusaran angin itu ternyata belum usai. Hari ini, sebuah babak baru yang lebih mengejutkan mencuat ke permukaan.

DJL, seorang lelaki yang diduga kuat menjadi otak sekaligus penyuplai utama sabu-sabu ke Jalan Kunti, dikabarkan tak berkutik setelah diringkus oleh tim gabungan Ditresnarkoba Polda Jatim dan BNNP Jatim. Ia tidak ditangkap di gang-gang kumuh tempat barang haramnya merusak masa depan ratusan remaja, melainkan di sebuah hunian vertikal mewah Apartemen Tidar, Surabaya.

banner 325x300

Kontras yang begitu menyakitkan. Di satu sisi, ada sebuah wilayah yang perlahan mati digerogoti ketergantungan. Di sisi lain, sang penyuplai hidup nyaman di atas menara gading hasil dari tangisan para ibu yang kehilangan anak-anak mereka akibat kecanduan.

DJL, yang selama ini licin bak belut, digiring oleh petugas bertubuh tegap. Kedua tangannya tak lagi bebas mereka disatukan oleh logam dingin bergemerincing borgol.

“Sekitar jam satu siang kamar dia digeledah oleh petugas dari kepolisian Polda Jatim dan BNN. Saat penggeledahan dia juga ada dengan posisi tangan diborgol,” ujar seorang sumber namun meminta identitasnya dirahasiakan demi keselamatan, pada Jumat (16/10/2026) sore.

Menurut sumber tersebut, DJL sebenarnya sudah diringkus di luar area apartemen. Petugas kemudian membawanya kembali ke kamar huniannya untuk mencari barang bukti yang tersisa. Di dalam kamar yang rapi dan ber-AC itu, kemewahan yang dibangun DJL runtuh seketika. Lelaki yang konon mengendalikan perputaran uang haram ratusan juta itu hanya bisa tertunduk. Tatapannya kosong, menatap lantai, menyadari bahwa pelariannya telah mencapai ujung jalan.

Kabar penangkapan DJL menjalar cepat hingga ke Jalan Kunti. Bagi warga setempat, berita ini memicu badai emosi yang campur aduk. Ada kelegaaan, namun lebih banyak rasa perih yang teramat dalam.

Narkoba yang disuplai oleh jaringan seperti milik DJL telah mengubah wajah kampung mereka menjadi momok ketakutan. Di balik jeruji besi yang kini menanti DJL, ada narasi-narasi pilu yang nyata di sudut-sudut Jalan Kunti.

Bagi para keluarga korban narkoba, penangkapan ini adalah sebuah keadilan yang datang terlambat. Borgol di tangan DJL tidak bisa mengembalikan nyawa anak-anak yang tewas overdosis, juga tidak bisa menghapus trauma para ibu yang menyembunyikan dompetnya karena takut dicuri oleh darah dagingnya sendiri demi membeli “serbuk putih” tersebut.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih bergerak dengan sangat hati-hati untuk membongkar seluruh akar jaringan ini. Alur distribusi dan siapa saja yang bermain di belakang DJL sedang didalami secara intensif.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan koordinasi mendalam di internal penyidik.

“Terkait informasi tersebut sedang kami cek dan konfirmasikan terlebih dahulu kepada penyidik Ditresnarkoba Polda Jatim,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast melalui chat WhatsApp-nya, Sabtu (17/10/2026).

Penangkapan di Apartemen Tidar ini menjadi pengingat yang keras: bahwa dinding beton kemewahan sekalipun tidak akan pernah bisa melindungi seseorang dari tebusan dosa sosial yang mereka perbuat.

DJL mungkin sempat menikmati hari-hari penuh gelimang harta di atas penderitaan orang lain. Namun hari ini, ketika pintu sel tahanan menutup, ia harus menghadapi kenyataan bahwa ia hanyalah seorang manusia yang kalah. Sementara itu, di Jalan Kunti, perlahan tapi pasti, masyarakat mencoba membasuh luka mereka, berharap bahwa setelah badai penggerebekan dan penangkapan ini, anak-anak mereka bisa kembali tersenyum tanpa bayang-bayang narkoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page