banner 728x250

Proyek Drainase Tambak Asri Paksa Pekerja Menyelam di Air Pekat | Diduga Kontraktor Kebal Aturan, DSDABM Surabaya Dinilai Impoten!

Proyek Drainase Tambak Asri Paksa Pekerja Menyelam di Air Pekat DSDABM Surabaya Dinilai Impoten!
Proyek Drainase Tambak Asri Paksa Pekerja Menyelam di Air Pekat DSDABM Surabaya Dinilai Impoten!
banner 120x600

SURABAYA — Proyek pembangunan saluran drainase di kawasan Jalan Tambak Asri, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, berubah menjadi potret buruk buruknya tata kelola infrastruktur kota. Rekaman video pada Sabtu dini hari, 17 Oktober 2026, membongkar praktik kerja asal-asalan sejumlah pekerja dipaksa beraktivitas di dalam galian yang dipenuhi genangan air pekat, tanpa pengamanan K3 yang layak, di bawah bayang-bayang pengawasan yang patut dipertanyakan.

Kondisi ini memicu kritik keras dari warga dan pengamat konstruksi. Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya dinilai kecolongan dan mandul dalam mengevaluasi kinerja rekanannya di lapangan yang memperlihatkan kondisi galian yang dipenuhi air saat sejumlah pekerja beraktivitas di lokasi.

banner 325x300

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai metode pelaksanaan pekerjaan, penanganan genangan air, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga efektivitas pengawasan teknis di lapangan. Sorotan semakin menguat karena papan nama proyek belum terlihat terpasang di lokasi pekerjaan.

Dalam rekaman video, air tampak menggenangi area galian, sedangkan material tanah dan bongkaran menumpuk di sisi pekerjaan. Sejumlah pekerja terlihat beraktivitas di sekitar galian yang tergenang tersebut.

Galian Tergenang, Metode Kerja Perlu Dijelaskan

Genangan air di dalam galian drainase bukan sekadar persoalan tampilan lokasi. Kondisi tersebut perlu dievaluasi untuk memastikan kesiapan dasar galian, kestabilan tanah, serta kesesuaian tahapan pemasangan saluran dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Kontraktor seharusnya dapat menjelaskan metode kerja yang digunakan, termasuk langkah pengendalian air atau dewatering apabila dipersyaratkan dalam metode pelaksanaan. Pengeringan galian perlu dilakukan sesuai kebutuhan teknis agar pekerjaan dapat dilaksanakan pada kondisi yang memenuhi persyaratan konstruksi.

Namun, keberadaan air di dalam galian saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa pekerjaan telah melanggar spesifikasi. Pemeriksaan langsung terhadap kondisi lapangan, dokumen kontrak, gambar rencana, dan metode kerja diperlukan untuk memastikan apakah pelaksanaan pekerjaan telah sesuai ketentuan.

Nama Kontraktor Disebut Rizal, Papan Proyek Belum Terpasang

Berdasarkan keterangan pengawas di lapangan, kontraktor yang menangani pekerjaan tersebut disebut bernama Rizal. Meski demikian, identitas badan usaha pelaksana, nilai kontrak, sumber anggaran, serta instansi penanggung jawab proyek masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

Belum terlihatnya papan nama proyek juga menjadi perhatian. Padahal, informasi mengenai kegiatan pembangunan yang dapat diakses masyarakat penting untuk mendukung transparansi dan memudahkan publik mengetahui pihak pelaksana maupun penanggung jawab pekerjaan.

Tanpa informasi proyek yang memadai di lokasi, masyarakat menjadi kesulitan memperoleh keterangan dasar mengenai pekerjaan yang berlangsung di lingkungan mereka. Karena itu, pihak pelaksana dan instansi terkait perlu memberikan penjelasan mengenai identitas proyek serta status pemasangan papan informasi tersebut.

K3 dan Pengawasan Teknis Jangan Diabaikan

Selain persoalan genangan, penerapan K3 dan pengamanan area kerja perlu diperiksa. Pekerjaan galian di tepi jalan harus memperhatikan keselamatan pekerja, warga sekitar, dan pengguna jalan melalui pengamanan yang sesuai dengan kondisi lapangan.

Pengawas pekerjaan juga perlu memastikan bahwa metode pelaksanaan, kondisi dasar galian, penempatan material, serta tahapan pemasangan konstruksi telah diperiksa sebelum pekerjaan dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Pengawasan tidak boleh berhenti pada pemantauan progres pekerjaan. Kesesuaian mutu, keselamatan, dan kepatuhan terhadap spesifikasi teknis harus menjadi bagian penting dari pemeriksaan di lapangan.

Kontraktor dan Pengawas Perlu Memberikan Klarifikasi

Atas kondisi tersebut, kontraktor yang disebut bernama Rizal perlu dimintai penjelasan mengenai penyebab genangan air, metode penanganan yang digunakan, serta langkah pengamanan yang diterapkan selama pekerjaan berlangsung.

Pengawas dan instansi penanggung jawab proyek juga perlu menjelaskan apakah kondisi galian telah diperiksa, apakah metode pengendalian air sudah sesuai dengan kebutuhan teknis, serta kapan papan nama proyek akan dipasang.

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai identitas resmi kontraktor dan penanggung jawab proyek masih memerlukan verifikasi. Klarifikasi dari seluruh pihak terkait diperlukan agar persoalan ini dapat dinilai secara objektif dan pemberitaan tetap berimbang.

Pertanyaan mendasarnya: siapa yang memastikan pekerjaan drainase di Jalan Tambak Asri dilaksanakan sesuai spesifikasi, bagaimana keselamatan pekerja dan warga dijaga, serta mengapa papan nama proyek belum terlihat di lokasi?

Publik berhak memperoleh penjelasan yang transparan. Pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya terlihat berjalan; mutu pekerjaan, keselamatan, dan akuntabilitas pelaksanaannya juga harus dapat dipertanggungjawabkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page