BOJONEGORO – Di sela rangkaian kegiatan di Kabupaten Bojonegoro, Anggota DPD RI asal Jawa Timur Dr. Lia Istifhama bersama Sri Wahyuni menyempatkan diri singgah di Warung Pinggir Ngawan, kamis (17/9/2026).
Suasana santai langsung terasa ketika keduanya menikmati beragam sajian rumahan khas warung rakyat. Lokasinya yang berada di kawasan tepian Bengawan Solo memberi kesan tersendiri, menghadirkan nuansa sederhana, tenang, dan akrab.
Senator yang karib disapa Ning Lia itu mengaku terkesan dengan cita rasa masakan sekaligus atmosfer warung.
“Masakannya enak, suasananya juga nyaman. Sederhana, tetapi justru itu yang membuat punya kesan tersendiri,” ujar politisi cantik, pada Sabtu (19/9).
Bersama Sri Wahyuni, Ning Lia menikmati waktu makan sembari berbincang santai. Di tengah padatnya agenda, suasana warung pinggir Bengawan itu menjadi ruang untuk sejenak menikmati sisi lain Bojonegoro yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Suasana kemudian semakin seru ketika Ning Lia menyumbangkan beberapa lagu di tengah kebersamaan tersebut. Aksi spontan itu membuat suasana yang sebelumnya santai berubah semakin gayeng dan penuh keakraban.
Beberapa pengunjung ikut menikmati alunan lagu yang dibawakan Ning Lia. Momen sederhana itu menambah warna dalam kunjungan, sekaligus memperlihatkan sisi santai sang senator saat berada di tengah masyarakat.
Sri Wahyuni pun tampak menikmati suasana. Obrolan ringan, sajian kuliner, hingga lagu-lagu yang dibawakan membuat kebersamaan keduanya berlangsung cair tanpa sekat.
Menurut politisi manta model, keberadaan warung lokal tidak hanya menawarkan makanan. Warung rakyat juga menjadi bagian dari denyut ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan karakter dan kekayaan kuliner suatu daerah.
Karena itu, kuliner lokal dinilainya memiliki potensi untuk terus dikembangkan dan dikenalkan lebih luas. Apalagi jika didukung suasana khas yang tidak mudah ditemukan di tempat lain.
Bagi Ning Lia, singgah di warung masyarakat juga memberikan pengalaman berbeda. Ia bisa menikmati masakan lokal sekaligus melihat dari dekat geliat usaha kecil yang tumbuh di daerah.
“Tempat seperti ini punya karakter. Makanannya membuat terkesan, suasananya juga bikin ingin kembali,” pungkas senator pencinta batik tersebut.
Singgah sejenak di Warung Pinggir Ngawan pun menjadi cerita sederhana dari perjalanan keduanya di Bojonegoro: dhahar enak, ngobrol gayeng, nyanyi bareng, karo ngrasakake suasana pinggir Ngawan.


















