Indeks

Krisis Air Bersih, Dampak Proyek U-Ditch Pokmas Perak Berdaya: Pipa PDAM Putus dan Sisa Tumpukan Tanah Ancam Kesehatan 

Sambungan Rumah (SR) milik PDAM, disambung menggunakan selang plastik seadanya.
Sambungan Rumah (SR) milik PDAM, disambung menggunakan selang plastik seadanya.

SURABAYA — Pengerjaan proyek pemasangan saluran air menggunakan beton pracetak (U-Ditch) di sejumlah kawasan pemukiman warga di Jalan Ikan Buntek, Kelurahan Perak Barat, Kecamatan Krembangan Kota Surabaya, yang dikerjakan swakelola Pokmas Perak Berdaya memicu sorotan serius dari publik.

Proyek infrastruktur yang bertujuan mengantisipasi banjir tersebut justru berdampak pada rusaknya jaringan pipa dinas Sambungan Rumah (SR) milik PDAM. Lebih parah lagi, perbaikan pipa yang rusak diduga dilakukan secara asal-asalan, di mana jaringan air bersih warga kini hanya disambung menggunakan selang plastik seadanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi proyek, beberapa titik galian U-Ditch tampak memutus jalur pipa tersier yang mengalirkan air langsung ke rumah-rumah warga.

Sebagai solusi sementara yang dinilai tidak layak, pihak Soleh (mandor) pelaksana proyek hanya mengikatkan selang air elastis berukuran kecil untuk menghubungkan kembali aliran air yang terputus.

Sisa tumpukan tanah, cover u-ditc retak, tutup u-ditc belum dipasang adanya pipa SR PDAM bocor

Dampak kondisi ini langsung memicu reaksi publik karena dinilai sangat merugikan pelanggan SR PDAM. Hal tersebut berdampak pada 4 (empat) faktor yakni, Pertama, Air keruh dan bercampur lumpur galian akibat sambungan selang yang bocor dan tidak rapat. Kedua, Tekanan drop dan debit air mengecil drastis karena diameter selang tidak sesuai standar pipa PDAM. Ketiga, Selang plastik tipis rawan putus dan mudah pecah atau terlepas saat terlindas material proyek. Keempat, Beresiko pada kesehatan karena air bersih yang masuk ke SR rawan terkontaminasi bakteri dan kotoran dari area selokan.

Tak hanya itu, Terlihat di lokasi masih ada sisa tumpukan tanah bekas galian proyek di sepanjang jalan yang tak kunjung diangkut oleh pihak mandor atau pelaksana proyek. Selain mempersempit badan jalan, cuaca panas, embusan angin dan hilir mudik kendaraan menerbangkan material debu halus ke arah pemukiman warga sangat membahayakan kesehatan.

Merespons hal itu, Lurah Perak Barat Saifuddin memberikan tanggapan terpisah via WhatsApp. Ia langsung meneruskan pesan dari Pokmas yang menyatakan, “Baik Pak, saya follow up ke PDAM.”tulisnya menirukan jawaban pihak Pokmas, Senin (27/07).

Hingga berita ini diturunkan, publik masih akan memantau hingga proses perbaikan sehingga pasokan air bersih SR kembali normal.

Exit mobile version