Surabaya – Proyek pembangunan saluran drainase permanen di Jalan Ketintang Baru IIA yang dikerjakan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya menjadi sorotan. Pekerjaan pemasangan beton bertulang precast U-Gutter 80/100 berpenutup beban gandar 10 ton ditemukan dilakukan di dalam galian yang masih tergenang air.
Berdasarkan papan proyek, pekerjaan dilaksanakan CV Fandy Jaya dengan pengawasan CV Azita Abadi, bersumber dari APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2026.
Menurut Nawir selaku Humas, LSM Taruna Abadi Yustisia Nusantara (TAYN), Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas drainase kawasan dan mengurangi potensi genangan. Namun, kondisi lapangan menunjukkan dasar galian belum kering saat pemasangan unit U-Gutter berlangsung.
“Situasi tersebut memunculkan pertanyaan terkait metode pelaksanaan, terutama pengendalian elevasi dan kemiringan dasar saluran yang menjadi faktor krusial fungsi drainase,” kata Nawir, Humas LSM TAYN.
Ia mengungkapkan, secara teknis, pemasangan saluran pracetak idealnya dilakukan pada dasar galian yang telah dipadatkan dan dikontrol elevasinya sesuai gambar kerja.
“Dalam kondisi tergenang, proses pengukuran elevasi, pemadatan, hingga pengaturan slope berisiko tidak akurat, imbuhya.
Sorotan juga mengarah pada tidak terlihatnya pekerjaan lantai kerja (lean concrete) sebagai dudukan dasar saluran. Padahal, lapisan ini umumnya digunakan untuk menjaga kestabilan elemen pracetak agar tidak mengalami penurunan atau pergeseran setelah pemasangan.
“Kondisi tersebut dinilai berpotensi menurunkan ketepatan elevasi dan kemiringan saluran. Jika tidak sesuai perencanaan, fungsi hidrolis drainase dapat terganggu, mulai dari hambatan aliran hingga munculnya titik genangan baru saat debit hujan meningkat,” tungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Satker DSDABM Kota Surabaya belum memberikan keterangan resmi terkait metode pelaksanaan di lapangan, termasuk kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis, gambar kerja, dan arahan konsultan pengawas.
