Bangkalan – Polemik menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Yayasan Anzelna Ghaniya Asyari kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya video kedua yang mempertanyakan nilai anggaran per porsi. Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kabupaten Bangkalan dari Partai Demokrat, Abdul Manap, angkat bicara.
Abdul Manap menegaskan, jika menu yang disajikan memang seperti yang beredar dalam video, maka secara perhitungan dinilai tidak sampai pada angka Rp10.000 per porsi.
“Kalau menunya seperti itu, menurut saya tidak sampai anggaran Rp10.000. Dengan artian program ini sebenarnya sangat bagus untuk penerus bangsa, untuk anak-anak sekolah, asalkan memang dijalankan sesuai dengan ketentuan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan pribadi dalam program tersebut dan tidak sedang menyerang pihak manapun.
“Saya tidak ada kepentingan dalam program ini, dan bukan tidak suka kepada siapa-siapa. Tujuan saya hanya satu, mengawasi jalannya program ini,” ujarnya.
Menurutnya, program MBG merupakan program yang sangat besar dan berdampak luas, termasuk pada efisiensi anggaran baik di tingkat pusat, Provinsi Jawa Timur, hingga Kabupaten Bangkalan.
“Program ini sangat mengorbankan serta mengefisiensi anggaran yang ada, baik di pusat, Jawa Timur maupun di kabupaten ini yang kena dampaknya. Maka dari itu kita harus awasi bersama-sama. Program ini harus diawasi betul-betul,” lanjutnya.
Abdul Manap menambahkan, apabila dalam pelaksanaannya ditemukan ketidaksesuaian dan tidak bisa dilakukan pembinaan, maka langkah tegas perlu diambil.
“Kalau tidak bisa dibina, maka kita laporkan saja,” pungkasnya.
Pernyataan ini semakin mempertegas bahwa polemik MBG di Bangkalan kini tidak hanya menjadi isu di masyarakat, tetapi juga mendapat perhatian serius dari legislatif daerah.