banner 468x60

Senator Lia Istifhama Transformasi RS Menur Layanan Kesehatan Jiwa hingga Umum Makin Komprehensif

banner 468x60

Surabaya — Transformasi besar yang tengah berlangsung di Rumah Sakit Menur Surabaya menarik perhatian Anggota DPD RI, Lia Istifhama, saat melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau deretan fasilitas baru dan layanan kesehatan yang kini semakin modern dan terintegrasi.

Dalam kunjungan tersebut, senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut mengapresiasi langkah rumah sakit dalam memperluas cakupan pelayanannya. Menurutnya, RS Menur kini tidak lagi hanya dikenal sebagai rumah sakit rujukan kesehatan jiwa, tetapi telah berkembang menjadi pusat layanan kesehatan yang lebih komprehensif, termasuk layanan tumbuh kembang anak, kesehatan remaja, hingga pelayanan medis umum.

banner 468x60

Ning Lia mengingat kembali situasi awal pandemi Covid-19 pada tahun 2020, di mana RS Menur masih sangat identik dengan pelayanan kesehatan mental. Namun beberapa tahun terakhir, wajah rumah sakit tersebut berubah signifikan seiring terjadinya modernisasi fasilitas, peningkatan layanan, serta penambahan infrastruktur medis.

Ia menyebut bahwa perubahan ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam mempercepat revitalisasi fasilitas kesehatan daerah agar lebih adaptif terhadap tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.

“Dulu kita mengenal RS Menur lebih pada layanan kesehatan mental. Namun sekarang pelayanannya berkembang luar biasa, mulai dari instalasi rawat jalan, rawat inap, rehabilitasi kesehatan, layanan psikologi hingga layanan kesehatan anak dan remaja,” ujar Ning Lia bangga pada Kamis (15/01).

Selain bertambahnya jenis layanan, Ning Lia juga menyoroti keberhasilan medis yang mulai tercatat di RS Menur, salah satunya adalah proses persalinan bayi kembar yang berhasil dilakukan oleh tim dokter dengan baik. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi indikator bahwa peningkatan fasilitas turut diikuti peningkatan kualitas sumber daya manusia tenaga kesehatan.

“Ini menunjukkan bahwa peningkatan fasilitas ternyata diikuti pula oleh peningkatan kualitas SDM tenaga kesehatan yang bekerja dengan profesional,” tambahnya.

Perubahan fisik bangunan juga tampak jelas. Ruang yang sebelumnya menjadi Instalasi Gawat Darurat (IGD) kini berubah menjadi ruang tunggu pelayanan dengan standar kenyamanan lebih tinggi. Area tersebut didesain modern, dilengkapi zona duduk yang nyaman, layanan café, serta suasana pelayanan yang lebih manusiawi bagi pasien dan keluarga.

Menurut Ning Lia, transformasi tersebut bukan sekadar estetika bangunan, tetapi bagian dari pendekatan pelayanan baru yang memperhatikan kenyamanan psikologis, ketenangan, serta dukungan emosional bagi pasien.

Di sisi lain, Ning Lia menilai peningkatan fasilitas kesehatan mental di RS Menur memiliki dampak sosial yang penting. Dengan hadirnya fasilitas yang lebih baik, masyarakat mulai memiliki akses yang lebih mudah dan tidak lagi canggung atau takut ketika membutuhkan pelayanan psikologis dan psikiatri.

“Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Ketika fasilitasnya terus ditingkatkan dan dibuat lebih manusiawi, masyarakat menjadi lebih mudah mengakses pelayanan tanpa rasa takut atau malu,” jelasnya.

Sementara itu Direktur RSJ Menur Surabaya Fitria Dewi menambahkan dari data rumah sakit menunjukkan bahwa peningkatan fasilitas dan layanan berdampak langsung pada meningkatnya jumlah kunjungan. Sepanjang 2025, kunjungan IGD mencapai 9.272 pasien, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 7.543 kunjungan.

Peningkatan lebih besar terjadi di layanan rawat jalan, dari 62.167 kunjungan pada 2024 menjadi 77.920 pada 2025. Layanan rawat inap pun mengalami lonjakan, baik pada segmen jiwa maupun non-jiwa. Pasien rawat inap jiwa meningkat dari 6.211 menjadi 6.908, sedangkan rawat inap non-jiwa naik drastis dari 413 menjadi 1.013 pasien.

Lonjakan ini mengindikasikan bahwa RS Menur mulai menjadi rujukan lebih luas dalam layanan kesehatan umum, bukan hanya dalam penanganan kasus psikiatri.

Indikator efisiensi pelayanan juga menunjukkan tren positif. Average Length of Stay (ALOS) mencatat penurunan konsisten sejak 2022. Dari 22,29 hari pada 2022 dan 21,47 hari pada 2023, turun menjadi 17 hari pada 2024, dan kembali turun menjadi 15,13 hari pada 2025. Penurunan ini mencerminkan tata kelola tindakan medis serta manajemen pasien yang semakin efektif.

Pada 2025, segmentasi ALOS mulai terlihat jelas, yaitu: ALOS Jiwa: 15,11 hari dan ALOS Non-Jiwa: 3,40 hari
Pada saat yang sama, Bed Occupancy Rate (BOR) juga mengalami peningkatan konsisten. BOR meningkat dari 64,39% pada 2022 menjadi 70,32% pada 2023, naik lagi menjadi 79,91% pada 2024, dan mencapai 80,42% pada 2025. Angka ini masuk kategori ideal karena menunjukkan pemanfaatan kapasitas tempat tidur yang optimal tanpa terjadi overcapacity.

Transformasi menyeluruh tersebut menunjukkan bahwa RS Menur Surabaya tengah memasuki fase baru sebagai rumah sakit yang adaptif, modern, dan inklusif dalam pelayanan kesehatan masyarakat, baik fisik maupun mental.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *