SIDOARJO – Jejak dakwah para kekasih Allah di tanah Jawa selalu meninggalkan aroma spiritual yang tak pernah padam, termasuk di Desa Pagerwojo, Buduran, Sidoarjo. Di sinilah bersemayam Al-Maghfurlah KH. Ali Mas’ud, atau yang akrab disapa Gus Ud, seorang ulama kharismatik yang sepanjang hidupnya menjadi pilar spiritual bagi umat melalui kesantunan dan kedalaman ilmunya. Memasuki Kamis malam (15/1/2026), ribuan peziarah kembali memadati pesarean beliau, membuktikan bahwa meski raga telah tiada, pancaran barakah sang wali tetap hidup dan menuntun langkah kaum muslimin, terlebih saat bersinergi dengan peringatan agung Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1477 H.
Di sela-sela kekhusyukan ziarah, Imam Syafi’i menyampaikan pesan mendalam terkait makna kegiatan ini.”Hadir di pesarean KH. Ali Mas’ud saat peringatan Isra Mikraj bukan sekadar ritual tahunan. Ini adalah cara kami menyambung sanad spiritual kepada para kekasih Allah. Di tengah hiruk-pikuk dunia, haul ini menjadi pengingat bahwa keteladanan ulama seperti KH. Ali Mas’ud adalah kompas moral yang takkan lekang oleh waktu. Kami datang membawa hajat, pulang membawa ketenangan.” ujar Imam Syafi’i saat ditemui di lokasi.
Kekhusyukan para peziarah malam ini menjadi pembuka menuju acara puncak yakni Haul Akbar dan Pengajian Umum yang akan digelar pada hari ini, Jumat Pon, 16 Januari 2026, ba’da salat Isya. Agenda besar tersebut rencananya akan menghadirkan KH. Zulfa Mustafa (Wakil Ketua Umum PBNU) serta Gus Mukhlason Rosyid dari Mojokerto.
Selain pengajian, kemeriahan syiar Islam di Pagerwojo akan berlanjut hingga penampilan Hadrah ISHARI se-Jawa Timur pada Sabtu Wage, 17 Januari 2026, mulai pukul 21.00 WIB hingga selesai.
Bagi masyarakat setempat, haul ini bukan sekadar rutinitas, melainkan ajang memperkuat tali silaturahmi dan meneladani kesederhanaan Gus Ud. Melalui kegiatan ini, diharapkan pesan damai dan ketawaduan sang ulama dapat terus terjaga di hati masyarakat.