Yogyakarta — Kirab Bangga Kencana yang digelar dalam rangka menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 berlangsung penuh semangat dan makna di pelataran megah Candi Prambanan, Selasa (24/06/2025).
Di tengah suasana penuh semangat kebersamaan, GKBRAA Paku Alam selaku Wakil Ketua TP PKK DIY sekaligus istri Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X — menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya peran para Penyuluh KB.
Melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Ketua TP PKK DIY, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam, GKR Hemas menyampaikan penghargaan tulusnya:
“Tanpa kalian (Penyuluh KB, Kader, Mitra, dan pengelola program lainnya), Bangga Kencana hanyalah nama,”
Pernyataan itu disampaikan di hadapan lebih dari 400 Penyuluh KB yang datang dari berbagai provinsi di Pulau Jawa, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY. GKR Hemas juga mengajak semua pihak untuk terus memperkuat kerja sama yang selama ini telah menopang keberhasilan Program Bangga Kencana.
Simbol Kolaborasi untuk Indonesia yang Lebih Kuat: Kirab Menuju Jakarta
Kirab ini bukan sekadar perayaan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama menuju keluarga Indonesia yang lebih berkualitas. Setelah titik temu di Candi Prambanan, rombongan Penyuluh KB dari wilayah Jawa akan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Sepanjang rute, mereka akan bergabung dengan kontingen dari berbagai provinsi di Pulau Jawa hingga mencapai Kantor Kemendukbangga/BKKBN Pusat.
Deputi Bidang Kebijakan Strategi Banggakencana Kemendukbangga, Ukik Kusuma Kurniawan, menjelaskan bahwa kirab ini juga merupakan momentum untuk menunjukkan kesiapan BKKBN dalam menjalankan Quick Wins dari Menteri Wihaji.
Lima Pataka, Lima Visi Besar untuk Masa Depan Keluarga Indonesia
Lima program unggulan yang diusung oleh Kemendukbangga diwujudkan dalam bentuk lima Pataka yang dikirabkan, masing-masing melambangkan misi sosial yang vital:
Pataka GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) berwarna biru muda, menekankan pentingnya kepedulian bersama dalam menurunkan angka stunting.
Pataka TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) berwarna biru tua, fokus pada edukasi dan sosialisasi pola asuh terbaik selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Pataka GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) berwarna cokelat, mendorong keterlibatan aktif para ayah dalam pengasuhan anak.
Pataka BERDAYA (Belum disebut eksplisit dalam naskah tetapi maknanya terang), berwarna oranye, mengajak mitra potensial untuk terlibat aktif dalam mewujudkan Lansia SMART sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat.
Pataka AI Super Apps Tentang Keluarga berwarna hijau, merepresentasikan transformasi digital pelayanan publik di bidang kependudukan dan keluarga.
Langkah Nyata di Sepanjang Jalan: Aksi Sosial Sebelum Kirab
Sebelum berkumpul di Candi Prambanan, kontingen dari Jawa Tengah dan Jawa Timur terlebih dahulu melakukan berbagai aksi sosial di sepanjang perjalanan. Para Kepala Perwakilan BKKBN provinsi Maria Ernawati (Jatim), Eka Sulistia Ediningsih (Jateng), dan Mohamad Iqbal Apriansyah (DIY) turut mengawal langsung jajaran Penyuluh KB hingga titik temu.
Kehadiran sejumlah pejabat daerah seperti Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dan Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto turut memperkuat dukungan terhadap gerakan ini, memperlihatkan sinergi antara pusat dan daerah demi keluarga Indonesia yang lebih kuat dan sejahtera.
Penutup: Semangat Bersama Menuju Indonesia Emas
Kirab Bangga Kencana di Candi Prambanan bukan sekadar langkah simbolis menuju Hari Keluarga Nasional 2025. Ia adalah pesan yang menggema dari jantung budaya Indonesia: bahwa keluarga adalah inti dari bangsa, dan Penyuluh KB adalah para pejuangnya.
Dengan semangat gotong royong, teknologi, dan perhatian lintas generasi, kirab ini menjadi penanda kuat bahwa visi Indonesia Emas 2045 dimulai dari keluarga hari ini.
Jika Anda peduli pada masa depan bangsa, maka mendukung program Bangga Kencana adalah langkah nyata untuk membangun keluarga Indonesia yang sehat, mandiri, dan bahagia.
