Deklarasi Damai Pencak Silat di Simokerto: Wujud Nyata Persatuan dan Komitmen Jaga Kedamaian

Surabaya – Suasana kebersamaan penuh semangat damai terpancar kuat dari Aula Kantor Kecamatan Simokerto, Jalan Tambak Rejo 6/2, Surabaya, pada Jumat malam (pukul 19.30 WIB). Puluhan tokoh pencak silat dari berbagai perguruan di Kecamatan Simokerto berkumpul, menyatu bersama tiga pilar keamanan: Polsek Simokerto, Koramil Simokerto, dan Satpol PP Kecamatan Simokerto Surabaya.

Momentum bersejarah ini merupakan bagian dari Deklarasi Damai Antar Perguruan Pencak Silat Se-Kecamatan Simokerto, yang digagas oleh Kapolsek Simokerto Kompol Didik Triwahyudi, S.H., dengan dukungan penuh dari Camat Simokerto Noervita Amin, S.H., M.Si, serta Danramil Simokerto Mayor Arm Imam Subandi.

Turut hadir dalam kegiatan ini tokoh-tokoh penting lintas sektor: mulai dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, tokoh agama dari NU, Muhammadiyah, LDII, MUI, hingga tokoh masyarakat, serta para Ketua Perguruan Pencak Silat dan Karang Taruna se-Kecamatan Simokerto.

Kompol Didik: “Pesilat di Simokerto Cinta Damai, Bukan untuk Tawuran”

Acara dibuka dengan khidmat melalui menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dalam sambutannya, Kompol Didik mengajak seluruh pesilat untuk menjaga keamanan wilayah Simokerto sebagai rumah bersama.

“Saya mohon kepada para pesilat, jaga rumah kita yaitu di Simokerto ini. Karena kita dan keluarga tinggal di sini. Tunjukkan kepada yang lainnya bahwa pesilat di Simokerto itu cinta damai, guyub rukun, dan buat segan yang lainnya,” kata Kompol Didik tegas namun penuh empati.

Ia juga menegaskan bahwa selama enam bulan dirinya menjabat sebagai Kapolsek Simokerto, belum pernah terjadi gesekan antar perguruan pencak silat. Hal ini menunjukkan kedewasaan dan solidaritas para pendekar Simokerto.

“Yang namanya beladiri adalah seni, artinya keindahan gerak. Jika ada yang tawuran, berarti itu keliru. Karena seni beladiri bukan untuk tawuran,” tambahnya.

Ketua Perguruan Silat dan Tokoh Agama Sepakat: “Wani Jogo Suroboyo!”

Tak hanya mendengarkan, seluruh peserta juga menunjukkan komitmen nyata. Para Ketua Perguruan Silat, bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama, secara simbolis menandatangani Deklarasi Damai dan secara serentak meneriakkan jargon kebanggaan: “Wani Jogo Suroboyo!”

Kebersamaan ini menjadi sinyal kuat bahwa kerukunan dan perdamaian di Simokerto adalah harga mati. Masyarakat, pemuda, dan tokoh-tokoh strategis bergandengan tangan demi menjaga stabilitas, khususnya menjelang berbagai momen penting yang rawan gesekan sosial.

Dengan adanya Deklarasi Damai ini, diharapkan Simokerto menjadi percontohan wilayah guyub rukun, tanpa konflik, serta menginspirasi kawasan lain di Surabaya dan sekitarnya.

Semangat gotong royong, cinta damai, dan menjaga keharmonisan antar warga menjadi modal utama membangun peradaban kota yang aman, tertib, dan sejahtera. Pesilat pun membuktikan bahwa mereka adalah bagian penting dalam menciptakan Surabaya yang damai, bukan sumber konflik.

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *