Jabar – Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong semua dinas terkait untuk segera menangani lahan hutan yang berada dalam kondisi kritis. Anggota Komisi II dari berbagai daerah pemilihan akan terus memantau dan mengawasi kondisi lahan hutan tersebut. Keterlibatan semua pihak sangat penting untuk menjaga kelestarian hutan, tidak hanya memanfaatkannya tanpa memperhatikan konservasi dan pemulihan.
Dalam pembahasan KUAPPAS Tahun Anggaran 2025, Anggota Komisi II Tia Fitriani menyatakan pentingnya mendukung program-program Kementerian Kehutanan dan Dinas Perhutanan di Jawa Barat. Salah satu upaya mitigasi bencana adalah program penyediaan bibit tanaman untuk reboisasi di lahan hutan kritis. Pembibitan ini harus ditargetkan dengan tepat agar bermanfaat di lokasi yang membutuhkan, khususnya untuk serapan air di kawasan lahan kritis.
Tia menekankan bahwa masalah lahan kritis bagaikan bola salju yang terus membesar jika tidak ditangani. Kondisi lahan kritis, terutama di daerah dengan tanah labil, dapat berdampak negatif pada masyarakat. Tia juga memberikan contoh di Kabupaten Bandung, di mana alih fungsi lahan untuk perkebunan tanaman sayuran mengakibatkan masalah. Tanaman sayuran tidak dapat menahan resapan air saat curah hujan tinggi, menyebabkan banjir di daerah dataran rendah. Tia mengusulkan bahwa perlu ada solusi inovatif dalam pemanfaatan lahan, seperti pengelolaan untuk tanaman keras atau tanaman hutan yang dapat menahan resapan air. Bantuan tanaman buahbuahan yang memiliki waktu panen relatif singkat juga dapat dimanfaatkan dengan baik.
“Masyarakat harus aktif dalam menjaga kelestarian hutan dengan mengikuti program pembibitan tanaman buah. Ini tidak hanya memberikan hasil bagi petani, tetapi juga menjaga kelestarian hutan,” tutup Tia.












