Sidoarjo – Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Merdeka Jatim sempat menyoroti dugaan pelakor yang di lakukan oleh Oknum pegawai honorer di bagian Satlantas Polresta Sidoarjo, Bahkan LSM tersebut sempat memasukkan surat pemberitahuan aksi damai di depan Polresta sidoarjo yang di jadwalkan pada hari Kamis, tanggal 13 Juni Kemarin, Tiba-tiba rencana aksi damai tersebut di batalkan.
Menurut Syafi’ sebagai kordinator lapagan (Korlap), Pembatalan rencana aksi damai tersebut bahwa yang bersangkutan yang diduga Pelakor yakni berinisial IP tersebut sudah risegn dari pegawai Satlantas Polresta Sidoarjo sekira 1 tahun yang lalu, Info tersebut kami terima dari Kanit Intelkam Polresta Sidoarjo bahwa yang bersangkutan sudah lagi tidak bekerja di Polresta sidoarjo sehingga aksi damai tersebut di batalkan.
“Untuk saat ini kami masih menyelidiki kebenaran IP, Apakah sudah risegn dari pegawai honorer di Satlantas Polresta Sidoarjo, karena menurut Informasi yang lain, Bahwa IP masih bekerja di Polresta Sidoarjo, Apabila kedepan IP masih bekerja di Polresta Sidoarjo, Maka kami akan memasukkan pemberitahuan aksi damai tersebut dan akan mengutuk IP sebagai pelakor dan kami minta kepada Kapolresta Sidoarjo oknum dugaan pelakor tersebut untuk di pecat dari kerjaannya.” Katanya kepada media Harianradar.com, Jumat (14/06) siang
Karena oknum yang berinisial IP tersebut, Lanjut Syafi’ menjelaskan, Telah mencoreng nama baik institusi Polri meskipun dirinya sebatas pegawai honorer tetap didalam manejemen Polresta Sidoarjo.
“Apalagi kami mendapatkan informasi oknum pegawai honorer di bagian Satlantas Polresta Sidoarjo itu, Kehidupannya sangat istimewa dan gaji sebagai pegawai honorer di Polresta sidoarjo sangat bertolak belakang, Jika kemudian hari IP masih kelihatan bekerja di Polresta Sidoarjo, Kami minta kepada Kapolresta Sidoarjo untuk audit harta kekayaan IP terkait dengan sumber pendapatanya.” Jelas pengacara asal madura ini
