Indeks

Berdiri Sejak 1984, Komunitas AMC Karangbong Buktikan Touring Bisa Bikin Warga Makin Kompak

SIDOARJO – Menjaga kekompakan dan kerukunan warga selama lebih dari empat dekade bukanlah hal yang mudah. Namun, warga Desa Karangbong, Gedangan, Sidoarjo berhasil membuktikannya. Melalui Akar Motor Club (AMC), komunitas ini konsisten menggelar agenda touring tahunan sejak pertama kali berdiri pada tahun 1984 hingga kini tetap aktif berjalan.

Tahun ini, destinasi yang dipilih adalah pesona pesisir selatan Jawa Timur, tepatnya bermalam di Pantai Serang, Blitar. Acara ini bukan sekadar menyalurkan hobi berkendara, melainkan menjadi wadah utama untuk menguyubkan sesama warga dan merangkul para pencinta touring di desa.

Lepas Penat, Nikmati Keindahan Jalur Berbeda

Rombongan besar AMC resmi diberangkatkan pada Sabtu sore, 4 Juli 2026, tepat pukul 17.00 WIB. Demi memberikan pengalaman perjalanan yang berkesan dan bervariasi, panitia sengaja merancang rute berangkat dan pulang yang berbeda (cross-country).

Rute Berangkat (Jalur Pegunungan): Berangkat pada Sabtu sore (4/7), rombongan mengambil arah selatan melintasi Malang, Karangploso, Kota Batu, hingga membelah kawasan sejuk Pujon sebelum akhirnya tiba di Blitar untuk bermalam dalam kehangatan api unggun dan deburan ombak Pantai Serang.

Rute Pulang (Jalur Pesisir): Setelah puas menikmati keindahan pantai, rombongan kembali melakukan perjalanan balik pada Minggu siang, 5 Juli 2026. Rute pulang sengaja dialihkan menyusuri kemegahan Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung yang menyuguhkan pemandangan samudera lepas. Rombongan besar ini diperkirakan akan tiba kembali di rumah (Desa Karangbong) sekitar pukul 21.00 WIB malam nanti setelah menempuh perjalanan panjang yang seru dan aman.

Aturan Unik Khusus Pria dan Antusiasme Lintas Kendaraan

Di balik konsistensinya yang bertahan selama 42 tahun, AMC memiliki karakteristik khas tersendiri yang terus dipertahankan secara turun-temurun sejak awal berdiri. Keunikan club ini adalah adanya aturan tegas di mana wanita dilarang ikut serta dalam perjalanan touring.

Seluruh peserta murni hanya diisi oleh bapak-bapak dan para pemuda desa. Aturan ketat ini sengaja diterapkan demi menjaga fokus solidaritas, mempermudah koordinasi teknis di jalanan yang menantang, serta memberikan ruang khusus bagi para warga pria untuk membangun keakraban yang lebih solid dan mendalam.

Meski khusus pria, antusiasme warga tidak pernah surut. Saat ini, nakhoda kepemimpinan Akar Motor Club diketuai oleh Sdr. Zam-Zam, atau yang akrab disapa dengan panggilan Mas Caca, melanjutkan kepengurusan dari Sdr. Yoko. Di sela-sela kegiatan, Mas Caca selaku Ketua AMC menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi dari kegiatan tahunan ini:

“Touring ini bukan sekadar ajang pamer kendaraan atau hobi jalan-jalan, melainkan sebuah tradisi warisan yang harus kita jaga. Fokus utama kami di AMC adalah bagaimana cara menguyubkan seluruh warga tanpa memandang jenis kendaraannya. Melalui perjalanan bersama dengan rute yang menantang sekaligus indah seperti ini, rasa kekeluargaan dan solidaritas antar-warga akan semakin mengental kuat melintasi generasi,” ujar Mas Caca.

Konsep “Kendaraan Bebas” yang diusung membuat siapa saja boleh bergabung tanpa sekat jenis motor. Tidak hanya roda dua, solidaritas di jalanan juga diperkuat oleh kehadiran kendaraan roda empat pendukung:

* 1 Mobil Pengawal di barisan paling depan untuk membuka jalur aman.

* 2 Mobil Pickup yang siaga sebagai tim logistik dan evakuasi gangguan teknis.

* Beberapa Mobil Pribadi warga yang ikut menyemarakkan iring-iringan di barisan belakang.

Tradisi yang telah bertahan sejak tahun 1984 ini menjadi bukti nyata bahwa hobi otomotif jika dikemas dengan aturan yang tegas dan visi yang positif mampu menjadi perekat sosial yang sangat ampuh bagi masyarakat desa melintasi generasi.

Exit mobile version