Bangkalan – Pemeran (Kru) Akeloy production meng-upload vidio guru tugas 2 tuai komentar dari masyarakat dan netizen
Pasalnya, Vidio yang berdurasi 36 menit itu, berisi konten guru tugas yang memiliki perilaku negatif (Porno), Padahal guru tugas dari Pondok pesantren mengemban amanah dari kiai untuk menyebarkan syariah (Tausiyah) islam dan mengajarkan ilmu pendidikan terutama di bidang akhlakul karimah
Menyikapi tayangnya film Guru Tugas 2, Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Jatim angkat bicara.
PGMNI sebagai organisasi yang menaungi guru madrasah itu memberikan pernyataan resmi terkait kasus film tersebut
Ustadz Moh. Homaidi, M.Pd selaku pengurus Punggawa Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Jatim ikut menyayangkan atas tayangnya film tersebut. Menurutnya, film itu terkesan menggeneralisasi perilaku guru tugas yang melakukan pengabdian diberbagai lembaga atau pesantren.
“Jika itu cerita fakta, tapi kan pasti kasuistik, padahal sangat banyak angle atau kiprah guru tugas yang sangat layak untuk diangkat,” ujar pria yang saat ini bermukim di batu malang, di lansir dari RadarMadura.id
Menurutnya, Guru tugas adalah tenaga pendidik sukarelawan yang diberi amanah oleh pesantren atau kiai untuk mengabdi ke berbagai madrasah atau pesantren di pelosok Desa/Kota
Bahkan, “lanjut ustadz Homaidi, seringkali kehadiran guru tugas bisa membawa inovasi dan perubahan ke arah yang lebih baik bagi madrasah yang dijadikan tempat pengabdiannya.” Tambahnya
Di sisi lain, Penceramah kondang asal Pamekasan, Jawa Timur memberikan tanggapan melalui akun Facebook pribadinya, Beliau mengatakan, Satu kasus yang terjadi pada satu orang jangan dijadikan sebuah kesimpulan untuk semua orang, Misalnya, ada salah satu seorang guru tugas dari pesantren melakukan kesalahan jangan sampai dijadikan kesimpulan.
Bahwa, Semua guru tugas dari pesantren prilakunya seperti satu orang oknum tersebut, “Apalagi di visualisasikan dengan adegan yang sangat tidak pantas di tonton.” Pungkasnya





