Sumenep – Dalam kurun waktu kurang lebih 2 tahun, Yakni, Di tahun 2019 sampai awal 2021 Fee Ijon pokmas mencapai 30% dari IM ke FA sebagai perantara, Hasilnya sangat Fantastis hampir 3Miliar rupiah dengan pagu anggaran 9.7 M.
Atas kejadian ini kata syafi’ panggilan akrabnya selaku Kuasa hukum dari FA dan juga sebagai LBH LSM Gas Jatim (Gerakan Selamatkan Jawa Timur) yang selama ini menekuni dan mengawal penyimpangan korupsi di Jatim.
Sungguh sangat heran, dan menggemparkan Indonesia Khususnya di pulau garam (Madura), seharusnya program Pokmas itu untuk kesejahteraan masyarakat malah di diperjual belikan.” Ujar Syafi’ dengan raut wajah geram
Menurut Syafi’ menambahkan, Madura merupakan daerah terbesar di luncurkan program pokmas setiap tahunnya oleh Pemprov Jatim, Tapi tingkat kemiskinan masih terendah di Kabupaten Kota se- Jawa Timur, yang menjadi persoalan adalah program tersebut dijadikan bancakan oleh predator program pokmas itu, coba lihat gaya hidup para kordinator lapangan pokmas, lihat rumahnya pengusaha kalah mewah dari mereka.” tambahnya
Untuk diketahui, Atas kejadian ini kami sudah kordinasi dengan rekan-rekan LSM, termasuk JAKA Jatim, Grasi Jatim, Gam Jatim, Dir Jatim untuk mengawal kasus ini sampai diproses oleu aparat penegak hukum (APH) agar menjadi efek jera terhadap yang lain.” Pungkas Lowyer asal Madura ini
Sumber : Syafi’i SH.MH





