Surabaya – P5 dalam satuan Pendidikan bertujuan untuk membentuk kepribadian dan karakter anak bangsa dengan berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Penerapan P5 dalam Pendidikan ini bertujuan untuk mendidik serta menghasilkan anak bangsa yang tangguh, berkualitas, serta siap untuk bersaing dan menghadapi tantangan di masa depan.
Diketahui, SMA (Sekolah Menengah Atas) Negeri 6 Surabaya terus menerapkan kunci sukses P5 kepada semua siswa-siswi didik agar mencapai keberhasilan P5. Karena dalam Kurikulum Merdeka pada pendidikan anak bangsa, sangat penting untuk dilakukan.
Menurut Kepala SMA Negeri 6 Surabaya Irfa Rochimah Alfi, Tujuannya adalah untuk menerapkan kunci sukses agar pelaksanaannya sesuai dengan harapan. Pendidikan anak bangsa Indonesia tahun ini akan menggunakan Kurikulum Merdeka dengan menerapkan P5, sebagai upaya untuk memajukan generasi mendatang.
“P5 adalah sistem pembelajaran yang bertujuan untuk mengamati dan menyelesaikan permasalahan di sekitar melalui lima aspek utama, yaitu: potensi diri, pemberdayaan diri, peningkatan diri, pemahaman diri, dan peran sosial. Kurikulum Merdeka P5 memanfaatkan metode pembelajaran yang interaktif dan memberikan kesempatan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran,” ucap Irfa Rochimah Alfi Kepala SMA Negeri 6 Surabaya kepada harianradarcom, Rabu (21/02/2024).
Ia mengatakan, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) kali ini, mengusung tema “Lestari Kesenianku, Abadi Budayaku”
“Karena tema tersebut bermakna dua aspek dalam menerapkan P5 tersebut, yakni akademis dan karakter,” katanya.

Tambah Irfa, Kurikulum Merdeka P5 diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia pada tahun 2021 dengan tujuan memberikan kebebasan dan kemandirian pada siswa dalam menentukan pendidikan sesuai dengan minat dan bakat mereka. Kurikulum ini berbeda dari kurikulum pendidikan sebelumnya yang terfokus pada penguasaan materi dan prestasi akademik saja, yang mengakibatkan kurangnya pengembangan potensi dan minat bakat siswa.
“Diharapkan dengan adanya Kurikulum Merdeka P5 ini, siswa dapat mengembangkan potensi mereka dengan lebih bebas dan kreatif, serta mempersiapkan mereka menjadi individu yang lebih mandiri dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat. Semester pertama temanya kebhinekaan, semester kedua ini kearifan lokal,” ungkapnya.
Secara terpisah, Krisdiantini selaku Wali Kelas X-9 menjelaskan semester kedua ini, setiap kelas saling menampilkan pagelaran ludruk bertujuan untuk mengenalkan ke anak didik bahwa seni ludruk harus dilestarikan, sebab di era globalisasi generasi Z saat ini gelaran ludruk sudah jarang digelar.
“Semoga dengan adanya kegiatan P5 para peserta didik mencapai kunci sukses yakni, Kunci sukses Penerapan P5 Kurikulum Merdeka, Pengembangan kurikulum yang relevan, Menggunakan metode pembelajaran yang inovatif, Mengembangkan profesionalisme guru, Kolaborasin dan berkomunikasi dengan orang tua siswa, Mengintegrasikan P5 dalam kurikulum pembelajaran,” kata Krisdiantini yang akrab dipanggil Mam Kriss.
Mam Kriss menambahkan, Kesuksesan dalam penerapan P5 Kurikulum Merdeka dapat membawa dampak positif pada pengembangan potensi siswa secara kreatif dan mandiri.
“Kurikulum ini bertujuan untuk memberikan kebebasan dan kemandirian pada siswa dalam menentukan pendidikan yang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing siswa. Diharapkan dengan adanya penerapan kurikulum merdeka P5, dapat mempersiapkan siswa menjadi individu yang lebih mandiri dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Rifai





