Surabaya – BKKBN Provinsi Jatim melaksanakan ngopi bareng dengan mengusung tema ‘Peran Insan Pers dan Mahasiswa Dalam Percepatan Penurunan Stunting di Jawa Timur’ di Grand Father Coffee Shop Jalan Kalasan Surabaya, pada Selasa (19/12/2023) malam.
Dra. Maria Ernawati, M.M. Perwakilan BKKBN Jawa Timur menyebut melalui kegiatan ngopi bareng bersama Insan Pers dan Mahasiswa dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting di Jawa Timur. effect
BKKBN Jatim berharap, dalam percepatan penurunan stunting di tiga wilayah seperti, Jember, Bondowoso dan Situbondo, seperti kita ketahui penyebabnya tidak hanya faktor kemiskinan, faktor budaya, faktor pola asuh dan faktor sanitasi.
“Setelah ditanya dibeberapa pondok pesantren perwakilan BKKBN sudah menggandeng beberapa ulama dan tentu saja sosialisasi dari BKKBN sudah sampai mulai ke pondok-pondok pesantren,” ungkap Perwakilan BKKBN Jawa Timur Ernawati.
Ernawati sapaan akrabnya mengatakan, perwakilan BKKBN memberikan pemahaman terutama pada santriwati yang nantinya mereka mempunyai satu perencanaan dalam kehidupan keluarga dan siap memenuhi fungsi-fungsi keluarga baik itu agamanya, reproduksi dan pendidikan.
Disingung terkait angka stunting diantara Jember Bondowoso, dan Situbondo dari data yang masuk atau terendah sampai saat ini Kota Surabaya sekitar angkanya 4,8 persen.
“Kami mohon do’anya semoga upaya pemerintah daerah yang sangat luar biasa saat ini saya optimis sekali angka stunting akan menurun,” jelas Ernawati.
Ernawati merinci, melihat data proyeksi stunting Provinsi Jawa Timur, bila tahun 2022 angka prevalensinya 20,88%, maka prevalensi stunting di Jatim tahun 2023 diproyeksikan di angka 17,9%, kemudian di tahun 2024 menjadi 14,92%. Artinya, kita perlu usaha lebih keras untuk mencapai target 14% di tahun 2024.
Dari target penurunan stunting tersebut, Ernawati mengungkapkan, BKKBN akan mengandeng semua pihak terkait. Artinya apa kita harus menembak sasaran dengan tepat melalui memberantas faktor kemiskinan yang nantinya upayakan untuk pemberdayaan ekonomi keluarga.
“Selain memberantas faktor kemiskinan BKKBN akan berikan pemahaman terkait dengan nutrisi yang sederhana, jadi balita stunting itu yang paling bagus untuk meningkatkan gizinya adalah dengan memberikan nutrisi hewani seperti, ikan lele, telur untuk tumbuh kembang balita,” pungkasnya.
