Bangkalan – Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan sangat buruk dan Kejaksaan dianggap masih setengah hati dalam menuntaskan kasus korupsi. “Ekspektasi publik terhadap kinerja Kejaksaan sangat besar, namun belum sesuai harapan,” kata Aceng Ketua Solidaritas Masyarakat Madura (SOMAD), Kamis (17/08) sore
Aceng menjelaskan, Masih banyak kasus yang belum jelas tindak lanjutnya. Padahal beberapa kasus itu terindikasi menimbulkan kerugian negara yang jumlahnya mencapai milyaran rupiah. seperti kasus di Desa Dlambah Dajah, Kecamatan Tanah Merah sudah lama ditetapkan sebagai tersangka tapi sampai saat ini seperti tertelan bumi dan masih banyak kasus-kasus yang lain tidak diproses secara serius.” geram Aceng kepada media Harianradar.com
Menurut Aceng, Kejaksaan Agung harus mengevaluasi kinerja Kejaksaan negeei Bangkalan yang terkesan tidak serius dan main-main dan Kejaksaan (Kejari) Bangkalan harus melakukan pembenahan manajemen kasus yang mandek, khususnya pada kasus korupsi di daerah.” Ujarnya
Tidak kalah penting, Lanjut Aceng, Kejaksaan Agung mesti memperbaiki sistem dan mekanisme pengawasan Jaksa. “Perilaku jaksa masih banyak yang melenceng dari tupoksinya.”tambah dia
Aceng menuturkan, dalam peringatan Hari HUT RI 78 ini, Jaksa Agung, harus berani melakukan tindakan atau langkah di luar dari kebiasaan. “Jika hal ini tidak dilakukan jangan pernah berharap institusi jaksa makin baik,” kata Aceng.
Selain itu, kinerja Kejari Bangkalan (Fahmi) juga buruk dan terkesan arogan, Menurut penuturan salah satu tokoh muda keluarga besar Syaichona Cholil Bangkalan yang tidak mau disebutkan namanya, Beliau mengatakan Kinerja Kejari Bangkalan buruk, “Kejari Bangkalan tidak pernah menjalin komunkasi dengan para kiai dan pengasuh Pondok Pesantren di Bangkalan sampai saat ini, Kita tau bahwa adat sopan satun dan kulo nuwun di Bangkalan adalah nomer satu.” Dawuh Beliau
Namun, aneh dan mengherankan ada apa? Lanjut beliau, di akhir masa jabatannya, Fahmi selaku Kajari Bangkalan, dia baru menjalin komunikasi dengan mengundang para tokoh, pengasuh pondok pesantren di Bangkalan, khususnya keluarga besar Bani Cholil.
“Yang namanya kiai dan pengasuh pondok pesantren diundang oleh siapapun akan hadir sebagai bentuk penghormatan.” heran beliau
“Perlu diingat penilaian publik tidak akan berubah terhadap buruknya kinerja Kejari Bangkalan dibawah kepemimpinan Fahmi.” Pungkasnya





