Surabaya – Reuni Akbar Lintas Angkatan Alumni Lulusan Tahun 1968-1988 Sekolah Dasar (SD) Karel Satsuit Tubun Surabaya berlangsung antusiasme dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.
Reuni Akbar lintas 20 tahun angkatan tersebut, dilaksanakan di Graha Mahameru, Raya Jemursari No 73 Surabaya, pada Minggu (23/07/2023) pukul 10.00 wib.
Cukup menarik dari 200 Alumni SD Karel Satsuit Tubun yang hadir dalam acara Reuni Akbar bertajuk “Bersama Kita Bisa “Ada Kamu Jadi Seru “Barokah Silaturahmi,”
Diketahui, Reuni ini sebagai upaya untuk selalu terus bersama kita bisa, ada kamu pasti jadi seru dan menjadi barokah silaturahmi, serta sekaligus ajang nostalgia, lepas rindu sesama alumni, kedepannya terus bertukar informasi untuk membangun sinergi demi mempererat tali persaudaraan.
Utuh Agung W selaku ketua panitia reuni SD Karel Satsuit Tubun menyebut, cara ini mendapatkan apresiasi dari para alumni karena tak mudah mengumpulkan 20 angkatan, hingga terbentuk pula susunan ketua yang terdiri atas team panitia dan koordinator dari masing-masing angkatan untuk mempermudah dalam berkomunikasi.
“Saya merasa berterima kasih atas terselenggaranya reuni setelah dipertemukan kembali sabahat kami waktu dulu duduk bersama di bangku SD Karel Satsuit Tubun setelah sekitar kurang lebih 50 tahun ‘berpisah,” tutur Utuh Agung W yang akrab dipanggil Utuh.
Menurut Utuh, dalam hal ini tidak mudah untuk menemukan nama-nama alumni yang sudah bertempat tinggal menyebar di berbagai kota seluruh Jawa Timur, dan ada yang jadi inspektur jenderal polisi, Brigjen polisi, Mayor Jenderal TNI AD dan Laksamana muda.
“Meski demikian, dengan tekad keras dan niat baik, akhirnya kami bisa berkumpul bersama 200 alumni kembali,” ucap Utuh.
Utuh mengatakan, selama kurang lebih tiga bulan team panitia memeras keringat untuk mewujudkan bisa berkumpulnya rekan-rekan sesama SD di lintas angkatan 20-an tahun.
“Alhamdulillah, semua ini berkat izin Tuhan Yang Maha Esa, Hari ini Minggu 23 Juli 2023 semuanya sudah terwujud, karenanya tidak boleh kami meneteskan air mata, melainkan justru harus tersenyum dan tertawa,” kata Utuh
Utuh menyampaikan, setelah selesainya reuni bukan berarti rekan-rekan semasa SD kemudian ‘berpisah’, tetapi justru semakin mempererat komunikasi.
Karenanya, Utuh menuturkan nantinya akan dibentuk satu wadah untuk mempersatukan rekan-rekan sesama SD dalam bentuk komunitas atau paguyuban.
“Jangan sampai setelah reuni kemudian kita tidak saling mengenal lagi,” harap Utuh.
Sementara itu, Utuh menambahkan, rencana nanti kedepannya kita tarik sumbangan dari senior maupun junior kemudian akan saya tabung untuk tahun depan jadi biar tidak putus hanya reuni akbar ini saja. “Namun selanjutnya per tahun kita adakan,” jelas Utuh.
Sedikit cerita dari Utuh, teman satu angkatan saya yang dulu lulus SD Karel Satsuit Tubun, sebagai tembel ban sudah saya panggil dan kita datangi di rumahnya sudah saya berikan kaos sudah saya danai enggak hadir.
“Kemungkinan terbelenggu dari ongkosnya dari babat ke Surabaya tapi saya sudah mengatakan ayo kita berangkat bersama makanya kedepannya saya bentuk koordinator mungkin kalau ada temennya yang tidak mampu bisa diambilnya dari uang kas tersebut,” ungkapnya.
Reporter : Samsul
