Bangkalan – Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kediri, Jawa Timur mengadakan Safari Ramadhan 1443 – 1444 Masehi 2022-2023 Hijriah selama satu bulan di Desa Paka’an Laok, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan Madura, Jawa Timur.
Acara pembukaan Safari Ramadhan ini dihadiri oleh “KH. Zainal Arifin Zubair, beliau selaku ketua LIMDA daerah Bangkalan, para mediator Safari Ramadhan, Anggota Safari, Panitia Safari dan sebagian alumni Ponpes Lirboyo.
Panji Najibul Khoir selaku ketua umum menjelaskan, Safari Ramadhan ini merupakan program Ponpes Lirboyo yang bekerjasama dengan Lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) cabang Kabupaten Bangkalan.
“Sesuai rencana kegiatan Safari Ramadhan akan dilakukan mulai tanggal 22 Maret hingga 14 April 2022 nanti,”ujar Panji kepada Media Harianradar.com, Selasa, (21/03/2023).
Dijelaskan, sebelum melaksanakan Safari Ramadhan pihaknya mengadakan pembukaan dan penyerahan perwakilan atau delegasi Pondok Pesantren Lirboyo, kebetulan kami mendelegasikan sebanyak 10 titik pada 4 Kecamatan dengan menerjunkan 20 delegasi di Kabupaten Bangkalan,”Ucapnya
Ra Zain Selaku ketua umum LIMDA menyampaikan, Adanya sSafari Ramadhan ini adalah kewajiban bagi santri kelas 2 Aliyah untuk menginjak kelas 3, jadi mau tidak mau atau bisa atau tidak bisa ini harus dan wajib terima, dan ini sudah jadi persyaratan untuk menginjak kelas 3 Aliyah.
Lanjut ketua LIMDA,”Acara Safari Ramadhan ini adalah tuntutan dan perintah dari para masyaih Ponpes Lirboyo, jadi pesan saya minta arahan dan bimbingan kepada para mediator untuk adek-adek yang bertugas ditempat masing-masing yang sudah ditentukan,
Apabila ada delegasi yang tidak sesuai adat dan tingkah yang ada dilokasi masing-masing, maka dimaklumi dan kami mohon dibimbing, dikarenakan mereka belum mempunyai pengalaman untuk menghadapi langsung masyarakat setempat.
Kh. Abdul Kholik Ad-Dauli, Selaku Ketua 1 LIMDA juga menyampaikan,”Yang pertama dengan adanya acara Safari Ramadhan ini niatkan hati untuk berkhidmat mencari Ridha Allah dan Para Masyaih Ponpes Lirboyo, dalam artian harus tulus,
“Yang kedua karena ini berhadapan langsung kepada masyarakat yang belum dikenal, maka saya pesan tidak akan sama lingkungan di pesantren dengan dilokasi yang ditempati delegasi, maka saya minta tolong kepada para mediator untuk memberikan arahannya, yang terakhir pesan dari para masyaih dan para tim penasehat ketika menyampaikan sesuatu tidak harus membawa nama yang menjatuhkan yang lain dan tidak perlu membawa-bawa unsur yang berbau Politik,” Pungkasnya
Reporter : Ibad
Editor : Jamaluddin