banner 728x250

Meriah, Rilis Antologi Puisi Warumas di Gedung Pers PWI Jatim

Foto : Pemberian piagam dan tali asih kepada sesepuh wartawan Jatim, H.Samiaji (88 th)
Foto : Pemberian piagam dan tali asih kepada sesepuh wartawan Jatim, H.Samiaji (88 th)
banner 120x600

 

Foto : Adi Sutarwijono, Imawan Mashuri dan Djadi Galajapo saat membaca puisi.
Foto : Adi Sutarwijono, Imawan Mashuri dan Djadi Galajapo saat membaca puisi.

Hal senada juga diungkapan Lutfil Hakim, Ketua PWI Jatim. Menurut Lutfil, jurnalistik sangat terkait dengan sastra. Ibarat koin mata uang dengan sisi yang berbeda. Bahasa jurnalistik sekarang terasa dangkal, tanpa sentuhan (sastra). Lutfil berharap, setiap peringatan HPN diikuti dengan penerbitan buku antologi sastra karya para wartawan untuk memberi motivasi para wartawan muda.

banner 325x300

Dalam acara rilis antologi puisi tersebut, secara ekspresif Lutfil membaca puisi “Madura, Akulah darahmu” karya penyair Madura, Zamawi Imron. Disusul Imawan Mashuri, Ketua Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPWJT), yang membawahi Stikosa-AWS, membaca puisi karya sendiri tentang tragedi Kanjuruhan, yang mendapat banyak apresiasi. Kemudian Wakil Ketua PWI Jatim, Mahmud Suhermono, , dan wartawan senior Oki Lukito juga ikut tampil membaca puisi.

Menurut Ketua Warumas, Kris Maryono, buku Antologi Puisi “Wartakan Kemanusiaan Kutulis Puisi” ini merupakan buku ke-3 karya komunitas Warumas. Buku setebal 170 halaman ini memuat karya puisi 13 wartawan penyair dengan berbagai latar belakang pengalaman yang panjang di media. Antara lain : Achmad Pramudito (mantan wartawan Harian Surya, sekarang pengelola media online iniSurabaya.com), Amang Mawardi (mantan wartawan Harian Pos Kota sekarang Youtuber dan penulis buku), Arieyoko (wartawan Republika – youtuber), Aming Aminoedhin (Majalah Media), Ida Nurshanti Nicholas (Harian Neraca, sekarang Dosen), Imung Mulyanto (Surabaya Post, Arek TV sekarang konsultan media), Karyanto (Harian Surya sekarang pengelola arekmemo.com), Kris Mariono (RRI Surabaya sekarang Majalah Media), Nurkhasanah Yulistiani (Jawa Pos Grup sekarang beritalima.com), Rokim Dakas (Surabaya Post, sekarang youtuber), Sasetya Wilutama (SCTV sekarang Stikosa AWS) , Toto Sonata (Harian Suara Indonesia) dan Widodo Basuki (Pimred Majalah berbahasa jawa “Jaya baya”). Mereka adalah para wartawan berusia 50 tahun ke atas dan sebagian besar masih aktif sebagai wartawan.

Beda dengan penerbitan sebelumnya, selain karya 13 wartawan juga memuat karya tiga penulis tamu, yaitu Abraham Ferry Rosando, dosen di Fakultas Hukum Untag Surabaya, Meithiana Indrasari’ Ketua Stikosa-AWS dan HM Cheng Ho Djadi Galajapo. Sedangkan kata pengantar ditulis oleh Sapto Anggoro, Ketua Komisi Pendataan, Penelitian & Ratifikasi Pers serta Lutfil Hakim, Ketua PWI Jatim.

“Kami akan terus konsisten berkarya menerbitkan buku antologi puisi. Insya Allah kami sedang persiapkan buku antologi puisi keempat” ujar mantan reporter RRI Surabaya tersebut.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *