Surabaya, – Oknum Guru yang diduga melecehkan Reputasi dan merendahkan martabat seorang wali murid didepan umum. Kepala Sekolah SDN Negeri Gading V Surabaya, Khoirul Mansuri berikan sangsi berupa Surat Peringatan (SP-1), kejadian tersebut pada Selasa (14/02/2023) lalu.
Perlu diketahui, sangsi yang diberikan oleh Khoirul Mansuri, PLT Kepala Sekolah (kepsek) SDN Negeri Gading V Surabaya, kepada oknum guru Sumartini (ASN) yaitu Surat Peringatan (SP1) dengan maksud tidak mengulangi perbuatannya lagi terhadap korban yaitu Rohmah (Wali Murid).
Rohmah dengan didampingi suami saat ditemui wartawan di kediamannya, pada Jum’at (17/02/2023) mengatakan, kedatangan para guru kerumahnya mereka bermaksud untuk mewakili dari kepala sekolah yaitu Khoirul Mansuri, karena mereka masih keluar Pulau.
“Kedatangan para guru SDN Negeri Gading V Surabaya, kesini untuk meminta maaf atas kelakuan dan perilaku yang kurang berkenan kepada orang tua atau wali murid kelas 6-C Surabaya,” kata dia.
“Selain itu, pihaknya mewakili untuk meminta maaf atas apa yang dilakukan, Sumartini atau panggilan akrabnya Tini, dan Rohmah memaafkan namun harus kedua belah pihak, antara saya dengan Tini secara langsung,” kata Rohmah Saat ditemui dirumahnya.
Lanjut Rohmah, karena yang hadir ke rumah bukan yang bersangkutan (Tini.red), maka Khoirul Mansuri (Kepsek) menegaskan, dengan mengagendakan pertemuan kedua, pada Kamis (24/02/2023). Namun dalam pertemuan itu juga tidak terealisasi karena Sumartini, belum masuk kerja.
“Saya memang minta saat itu kepada kepala sekolah agar saya dengan Sumartini (wali kelas) ditemukan, supaya kedepannya kejadian tersebut tidak terulang kembali, yang diduga melecehkan martabat orang lain didepan umum,” pintanya.
Sambung Rohmah, namun setelah pertemuan kedua yang sudah diagendakan oleh Kepsek, Khoirul Mansuri, oknum guru Sumartini pada saat itu juga belum bisa datang yang dikarena belum masuk kerja (mengajar.red) sehingga perdamaian tersebut digagalkan untuk menunggu keesokan harinya.
“Kemudian pada Jum’at (24/02/2023) Khoirul Mansuri menyuruh Rohmah datang ke sekolah untuk mendamaikan dengan tujuan. Sumartini meminta maaf kepada wali murid dan itu pun langsung dilakukan perdamaian secara kekeluargaan,” ujar Rohmah.
Sementara Khoirul Mansuri Kepala sekolah SDN Negeri Gading V Surabaya belum bisa menjelaskan kepada wartawan, karena pihaknya masih tertutup.
Sambil menunggu pernyataan resmi dari Khoirul Mansuri bahwa sangsi (SP1) yang diberikan kepada oknum guru Sumartini, apakah secara tertulis (fisik.red) atau hanya lisan. sampai berita ini kembali ditayangkan.
