Sidoarjo – Pengguna jalan dan para warga sekitar meresa jengkel perihal molornya proyek pembangunan Jembatan cantel perbatasan di Jalan Raya Tropodo, Kecamatan Waru Perbatasan Desa Pabean, Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo, yang di targetkan selesai Oktober tapi ambyar sampai Desember 2022.
Penutupan akses jalan sebagai dampak proyek pembangunan Jembatan tersebut membuat warga sekitar merasa jadi korban karena lalu lintas di jalan kampung Perum Griya Mapan Sentosa dan Perum Samudra padat merayap.
Terpantau arus lalu lintas di jalan kampung Perum Griya Mapan Sentosa dan Perum Samudra terlihat sangat ramai akibat terdampak proyek Jembatan Catel, pada Jumat (02/12/2022).
“Terkesan proyek pemenang tender acuh walau melampaui batas waktu, apalagi terlihat para pekerja dalam melakukan pengerjaannya asal-asalan seperti pesulap dengan mantra ‘Bim Salah Bim, Abrake Tabra’ tidak ada yang memakai alat pelindung diri (APD) layaknya proyek profesional,” kata AB salah satu warga saat ditemui awak media dengan nada jengkel.

AB menyampaikan jalan perum Samudra sampai di berlakukan jam buka tutup karena menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.
“Untuk jam jalan buka pukul 06.00 wib dan tutup hingga 24.00 Wib, itu semua demi kenyamanan warga sekitar dan ketertiban perumahan agar aman dan kondusif,” cetusnya.
Warga sekitar berpesan supaya para dinas terkait terus terjun kelapangan untuk memantau proyek tersebut agar cepat selesai tidak ada lagi perpanjangan waktu.
“Ya, semoga proyeknya cepat tuntas jangan sampai molor seperti gelang karet, kami berharap jangan sampai menunggu selesai ganti tahun hingga Januari 2023,” harapnya.
Sementara walaupun awakmedia mencoba menghubungi Kepala Dinas Plt PU BMSDA Sidoarjo, Dwi Eko Saptono melalui phone chat WA (26/11/2022), No Comment. (Mooch)





