Surabaya – Aksi tawuran antar kelompok pencak silat di depan BRI Tower Jalan Basuki Rahmat Surabaya, pada Minggu (25/09/2022) sekitar pukul 00.30 WIB, tiga pemuda diamankan polisi.
Saat ini dua orang dari salah satu kelompok pencak silat telah diamankan oleh pihak Kepolisian Polsek Genteng Polrestabes Surabaya, BGW (22), dan SR (18), keduanya merupakan warga Bojonegoro.
Dikatakan Kapolsek Genteng, AKP Andhika M. Lubis mengatakan, atas insiden tersebut, 4 korban mengalami luka atas lemparan batu dari musuhnya.
“Saat insiden tawuran tersebut, korban luka langsung ditangani oleh dinkes kota Surabaya, dan setelah menjalani pengobatan kemudian di ijinkan pulang ke rumah,” ujar AKP Andhika M. Lubis.
AKP Andhika M. Lubis menjelaskan, kronologis awal kejadian tersebut bermula ada satu rombongan konvoi pencak silat yang berjumlah kurang lebih 100 orang waktu itu dikawal oleh Polrestabes Surabaya yang mengarah ke utara.
“Tepat di depan BRI tower mereka berhenti dan langsung melempari batu perguruan lain yang sedang kopdar di depan BRI tower tersebut, akhirnya terjadi aksi saling lempar batu,” jelas Andhika M. Lubis
AKP Andhika M. Lubis menambahkan, peringatan pengawalan dari Polrestabes Surabaya, tidak digubris kemudian datang back up dari Polsek Genteng, Polsek Tegalsari, serta PM dan Satpol PP untuk membubarkan aksi tawuran tersebut.
“Dalam insiden tersebut polisi mengamankan beberapa pemuda dalam tawuran itu diantaranya, 1 orang diserahkan ke Polsek Tegalsari dan 2 orang diserahkan ke Polsek Genteng Surabaya,” katanya.
Masih AKP Andhika M. Lubis, kemudian kelompok yang melintas depan BRI Tower meminta pengawalan pihak Kepolisian demi keamanan menuju Mako Polrestabes Surabaya, untuk mencegah bentrok dengan warga lain.