Dilokasi yang sama Siti Choni Andriati selaku kepala UPT TPA Ngipik menjelaskan bahwa,sengaja perwakilan masyarakat dikumpulkan di TPA Ngipik untuk belajar cara pengomposan dari limbah sampah, misalnya limbah sampah yang ada dirumahan bisa dipilih dan dipilah, dan untuk sampah organik.
“Nantinya sampah organik dapat dijadikan sebagai pupuk kompos yang baik untuk tumbuhan. Kami harap setelah mendapatkan ilmu pengomposan, ilmu ini dapat sampaikan kepada masyarkat yang lain agar mudah diaplikasikan di lingkungan tempat tinggal masing-masing, karena sangat bermanfaat dalam pengolahan sisa sampah organik rumahan.”ujarnya.
PLH Kadis Lingkungan Hidup, Ketut Pratikno PS., ST.,MM juga menambahkan bahwa, pengolahan sampah nantinya dikemas dengan menggunakan metode Pentahelix yang melibatkan semua unsur masyarakat misalnya dari media, akademisi, pelaku usaha dari pihak swasta dan komunitas untuk bersatu padu berkoordinasi serta berkomitmen untuk mengembangkan potensi lokal Desa dan kawasan perdesaan yang tetap mengedepankan kearifan lokal dan bersumber daya lokal.





