Dari 8 kantor kementrian Kominfo, hanya Surabaya yang punya tag line rumah inovatif

Dari 8 cabang kantor kementrian Komunikasi dan Informasi, mulai dari Medan, Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Banjarmasin, Manado. Hanya kantor cabang Surabaya, yang memiliki terbosoan kelanjutan dari program kementrian kominfo, yaitu program rumah inovatif.

Bagus Winarko., S.Kom., MT. Kepala Sub Koordinator Tata Usaha, BPSDMP Kominfo Surabaya. Menjelaskan dengan Program rumah inovatif bisa membuat masyarakat untuk belajar memunculkan ide ide inovasi baru.

“tag line rumah inovatif. Hanya dimiliki BPSDMP Kominfo Surabaya saja.” jelas Bagus Winarko.

” Terutama teman teman disabitas, keluhan mereka tidak tahu cara berjualan secara online, misalkan tahu hanya sebatas otodidak. Dan bahkan ada yang tidak tahu sama sekali. Dari sini kita mencoba merangkul dan mengajari, teman teman kususnya Disabilitas dengan harapan bisa meningkatkan perekonomian mereka. ” tambah Bagus Winarko.

SISTEM BOTTOM – UP

Rumah inovatif sejatinya di ciptakan, untuk mencarikan solusi. Dari permasalahan permasalahan para pelaku usaha guna mengembangkan usahanya. Dengan car cara inovasi baru.

Seperti salah satu contoh permasalahan yang ada. Ketika para Disabilitas kepingin memulai usaha, namun tidak memiliki modal. Di rumah inovatif ini. Memberikan solusi dan pembinaan untuk menjadi reseler.

Sehingga hasil yang muncul dari ruma inovatif. Merupakan jawaban dari keluhan yang ada, istilahnya dari Bottom menuju Up (keputusan muncul karena usulan/ permasalahan dari bawah). Bukan dari Up menuju Bottom (keputusan dulu baru dilaksanakan ke bawah).

Bahkan ujar Bagus Winarko. Selaku Kepala Sub Koordinator Tata Usaha, BPSDMP Kominfo Surabaya. Untuk mencapai target BPSDMP Surabaya mengadakan pelatihan ya ga pemberi materinya, bekerja sama dengan relawan relawan TIK dari beberapa kalangan akademisi maupun profesi. Ada yang mahasiswa bahkan ada pula yang dari pelaku usaha yg sudah berskala besar, guna membagi ilmunya kepada peserta pelatihan.

Tidak sampai disitu, setelah mendapat pelatihan dan peserta mulai menjalankan bisnis usahanya. Di rumah inovatif ini terus mengawal dengan cara mengumpulkan informasi.

” ya dari teman teman kita gali informasi. Misalkan usaha nya maju. Maka maju karena apa. Dan segitu sebaliknya jika usahanya tidak berjalan, atau bangku maka kesalahannya dari mana. Informasi itu yang akan di jadikan modul kedepannya guna bisa membawa teman teman lebih sukses. ” kata Bagus Winarko menutup sesi wawancara dengan Harianradar. Com

 

Reporter : Wahyu

 

 

 

 

 

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *