Dirut Wildan dalam paparannya menyampaikan bahwa langkah-langkah yang telah dilakukan PT.DAHANA terkait Fasilitas dan kemampuan serta produk yang dihasilkan seperti roket R-HAN 450 roket R-HAN 122B dan BOM P-100L, P-250L, P-500L yang dikerjakan bekerjasama dengan BUMN dan BUMS, PT.DAHANA fokus pada bagian propelan sebagai bahan peledak dan pendorong.
Propelan karya PT DAHANA merupakan bahan pendorong peluru atau roket, yang menjadi komponen utama munisi bagi kebutuhan Munisi Kaliber Kecil (MKK) dan Munisi Kaliber Besar (MKB), maupun bahan bakar roket. Selama ini masih belum memilliki kemandirian atau dapat dikatakan kebutuhan di dalam negeri masih diimpor dari Luar Negeri, sehingga membebani devisa negara dan rawan embargo. Dengan kondisi tersebut maka pembangunan Industri propelan menjadi salah satu dari 7 Program Unggulan Nasional yang harus segera dibangun untuk mewujudkan kemandirian Industri Pertahanan.





