Sampang – Dengan Formasi 4-3-2-1 Pembina ponpes Darussalam merasa bangga walaupun menang dengan skor melukai di lap bola krampon dalam permainan tersebut, menurut dia, timnya mampu tampil bagus dan kompetitif di babak pertama pertandingan.
Saya pikir kami memainkan babak pertama yang bagus, kami kompetitif. Saling menguasai bola membuat kami kesulitan. Kami bisa kembali dengan mencetak gol brilian, tetapi kami kebobolan lagi melalui serangan balik,” ujar pembina.
“Itu adalah pertandingan yang sangat sulit melawan salah satu tim terbaik di dunia. Kami saling serang di menit terakhir pertandingan. Pertandingan ini menunjukkan bahwa kami memiliki jalan yang masih panjang untuk menutup masalah itu,” kata pembina.
Pembina menambahkan bahwa pemainnya perlu tampil lebih cepat untuk mematahkan rencana permainan taman baru Namun, gol belum tercipta yang melalui skema tersebut.
Dalam pertandingan tersebut, Darussahid sampang memang tampil dominan. Selain penguasaan bola 80 persen berbanding 31 persen, Darussahid dan kolega unggul dalam membuat peluang mencetak gol. Dari 12 percobaan, 15 peluang langsung mengarah ke gawang Al Mudhariyah.
Sedangkan Al Mudhariyah hanya memiliki lima peluang mencetak gol dan hanya dua yang shoot on target. “Jelas jika kami ingin kesempatan memenangkan pertandingan, kami harus banyak berlari. Anda harus dalam mode menyerang dan kami melakukannya di babak pertama. Gol satu mereka membuat pertandingan kami selesai,” ujarnya.
Pembina menilai timnya sempat membuat Al mudhariyah pada babak pertama kerepotan dalam transisi bertahan ke menyerang. Namun, ia sadar skema itu tak selalu berjalan mulus. “Jika kami menyerang mereka dengan sangat tinggi, ada banyak hal negatif yang perlu Anda antisipasi. Gol keempat adalah tendangan luar kotak finalti yang dilakukan dengan brilian dan hampir tidak mungkin dihentikan. Babak kedua, mereka adalah tim yang lebih baik.” (UMR)





