Indeks

Konsultan Pengawas di Surabaya Mengabaikan Pekerjaannya Dan Kerap Meninggalkan Tupoksinya

Surabaya – Gencarnya perkembangan konstruksi di Indonesia membuat pelayanan dalam bidang jasa konsultansi mulai mendapat perhatian besar. Peran tugas konsultan penting karena sebagai penyedia software dan brainware suatu proyek konstruksi yang bertujuan agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan lancar atau sesuai rencana.

Konsultan konstruksi sendiri dibagi menjadi dua, yaitu konsultan perencana dan konsultan pengawas. Pada umumnya orang-orang yang bekerja di kantor yang bertugas mengawasi kegiatan konstruksi adalah manajer proyek, insinyur desain, dan arsitek proyek.

Sementara itu petugas lapangan yang mengawasi dan terjun langsung tiap harinya di lokasi proyek diserahkan kepada kepala mandor proyek. Mandor proyek ini mengawasi pekerjaan buruh bangunan, tukang kayu, dan ahli bangunan lainnya dimana mereka menyelesaikan fisik sebuah konstruksi.

Perlu diketahui, Konsultan proyek adalah badan usaha atau perorangan yang diminta owner (pemilik proyek) untuk mengawasi pelaksanaan proyek sehingga pelaksanaan proyek dapat berjalan dengan baik dan dapat selesai dengan cepat

Penyedia jasa konsultan ini harus memiliki beberapa orang ahli di bidang Arsitektur, Teknik Sipil, Mekanikal Elektrikal, listrik dan lain-lain.

Peran utama perusahaan konsultan proyek adalah memastikan kualitas proyek konstruski sesuai dengan perencanaan. Konsultan melakukan pengawalan terhadap client mulai dari tahap perencanaan proyek dan perancangan pembangunan proyek hingga masa pelaksanaan pembangunaan proyek berakhir

Kali ini Konsultan Pengawas di Kota Surabaya kerap meninggalkan tugas pokok fungsinya (Tupoksi). Seperti di lokasi proyek Dukuh Kupang Barat Gang II, dan Sumberejo Makmur Gg 5 Surabaya.

Saat awak media mengkonfirmasi Konsultan pengawas melalui pesan whatsap pribadi terkait pengawasan di lokasi-lokasi iya yang mengawasi, iya menjawabnya, iya Pak, selalu keliling tiap harinya pak.”Jawab atho sapaan akrabnya, rabu (11/05)

Ditanya terkait alat pelindung diri (APD) pekerja proyek tetap dibiarkan bekerja, iya menambahkan “Kalau sebelum hari raya, saya cuti Pak, dampingin istri lahiran, Dari Rekan Kontraktor tau, dinas juga tau Pak Umar. Dari situ ada tim pengganti saya “tambahnya

Ditanya lagi terkait plang proyek anggaran Konsultan pengawas tetap membiarkan, iya menjawab lagi “iya pak.”singkat atho

Sangat di sayangkan atas kinerja konsultan pengawas yang melakukan tugas pokok fungsinya lalai dan membiarkan pekerja yang melakukan pekerjaannya asal kerja dan asal jadi .

Bahkan, di lokasi pun Konsultan pengawas kerap meninggalkan lokasi proyek dan terkesan mengabaikan apa yang menjadi tanggung jawabnya .

Reporter : UMR

Exit mobile version