Sambut Malam 1 Suro, Paguyuban Sekar Lodayah Adakan Pengisian Ilmu

Mojokerto, Harianradar.com – Dalam Rangka menyambut datangnya tahun baru islam 1 muharam 1441H atau wulan suro, Sesepuh Paguyuban Sekar Lodayah malam ini adakan kegiatan Pengisian dan Ngasah Ilmu Kanuragan di Padepokannya Dusun Penjalin Wakul, Desa Jeruk Seger, Kecamatan Gedek Kabupaten Mojokerto, pada Senin (09/08/2021) Malam

Adapun acara pada malam hari ini meliputi pengobatan non medis yaitu pengobatan orang yg terkena gangguan mahkluk halus atau goib, dan di sini sesepuh paguyuban ki EMON AJI PAMUNGKAS dan seluruh keluarga besar melalui do’a bersama juga meminta agar Pandemi Covid- 19 ini segera berakhir.

Ki emon berpesan, Jangan merasa sombong dengan menyepelehkan virus corona ini, menjaga hati kita tetap yakin dengan Kuasa Allah, dan jangan melawan dengan kesombongan yg seakan tidak percaya dengan apa yg menjadi kehendaknya.

“Kita harus mawas diri dengan adanya musibah ini, Allah telah menegur kita dengan CaraNya, maka dari itu kata ki emon berpandailah dalam menyikapi keadaan saat ini.”Katanya

Perlu diketahui bahwa Paguyuban Sekar Lodayah yang dipimpin oleh Ki Emon Aji Pamungkas, berdiri sejak bulan mei tahun 1998.

Acara tersebut dihadiri oleh Bapak Teguh Priyanto, SE dan seluruh Anggota Paguyuban Ngudi Kaweruh Sekar Lodayah dari berbagai Kota maupun Desa.

Sebelum kegiatan dimulai, terlebih dahulu di awali dengan Doa bersama, yang selanjut nya siraman Rohani yang dipimpin oleh Ki Emon Aji Pamungkas (pendiri paguyuban).

“Dalam paguyuban ngudi kaweruh sekar lodayah berupaya membentuk SDM (Sumber Daya Manusia) untuk lebih berkreatifitas yang berkualitas.” Jelasnya

Lebih lanjut, Ki Emon mengatakan di sekar Lodayah juga membentuk kaum muda untuk lebih berpandangan yang positif menjauhi dari Narkoba, miras dan perbuatan-perbuatan yang anarkis.

“Paguyuban Sekar Lodayah berkomitmen pada dasar Negara Pancasila dan NKRI, yang tidak membedakan Ras, Suku, Golongan atau Agama. Menjalin satu persaudaraan yang kokoh tanpa memandang kasta.”ujarnya

Masih kata Ki Emon menerangkan, bahwa sebelum di lakukan penyepuhan atau pengisian ilmu, “terlebih dahulu melaksanakan Puasa Putih selama 3 hari, yang artinya Puasa Putih itu, dengan makan nasi putih tanpa lauk, bisa juga singkong atau ketela, dan tidak di perbolehkan makan-makanan yang ada unsur nyawa.” Jelas Ki Emon pada awak media ini, Senin malam (09/08)

“Karena dengan menghindari makan – makanan yang mempunyai unsur nyawa, bertujuan untuk meredam daya amarah atau emosional pada jiwa manusia. Dengan begitu untuk melakukan sepiritual atau puasa membuat orang menjadi lebih ikhlas dan tawakal dalam mengendalikan daya emosional.” Tutur Ki Emon

“Selain itu Ki Emon juga berharap, semoga berdirinya paguyuban ngudi kaweruh sekar Lodayah ini bermanfaat bagi masyarakat, dalam pengobatan Alternatif, Akupunsur, maupun kena gangguan ghoib seperti ganguan jin atau setan, pagar diri, dan seterusnya.” Pungkasnya

 

Reporter : IMAM

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *