Gema Takbir Virtual Berkumandang di Gedung Negara Grahadi Surabaya Sambut Idul Fitri 1442 H

2 min read
Spread the love

 

 

SURABAYA, Harianradar.com – Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestiano Dardak, Kepala Staf Komando Daerah Militer V Brawijaya Brigjen TNI Agus Setiawan, Wakapolda Jatim Brigjen Pol. Slamet Hadi Supraptoyo, Rabu 12 Mei 2021, malam menggelar Takbir Virtual bersama Bupati/ Walikota se-Jatim, yang dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Takbir virtual ini juga dihadiri oleh pejabat utama (PJU) Polda Jatim, Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Alim Ulama Jatim dan Tokoh Masyarakat Jawa Timur, Selain itu juga diikuti oleh Ketua Paguyupan Jatim yang ada di Sumatra Selatan, dan pengungsi yang ada di Dampit Malang serta PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang melakukan karantina di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, menyapa satu persatu kepada seluruh masyarakat yang mengikuti “Gema Takbir Virtual” di gedung grahadi surabaya, Pertama menyapa ketua paguyupan warga jatim yang ada di sumatra selatan yang berikutnya menyapa warga pengungsi yang ada di dampit dan menyapa pekerja migran yang mengungsi di asrama haji sukolilo.

“Saya berharap para pekerja migran indonesia, yang saat ini berada di asrama haji sukolilo sedikit bersabar di hari raya idul fitri tahun 1442 H, Untuk tidak bertemu keluarga sementara, sehingga perlu memang dilakukan pemeriksaan secara ketat sehingga semua sehat,” kata Gubernur Jatim, saat menyapa semua warga jatim yang mengikuti gema takbir secara virtual, Rabu (12/5/2021) malam.

Lanjut Khofifah, besok kita akan melaksanakan sholat idul fitri berbasis PPKM Mikro, dari 8.501 desa dan kelurahan di Jatim hanya ada satu desa yang masuk kategori zona merah di Banyuwangi.

Baca Juga  Antisipasi Covid, Forkopimda Sasar Kecamatan Arosbaya

“Jadi yang 8.500 sebagian besar sudah masuk zona orange dan kuning, Bagi yang zona merah mohon bersabar untuk melaksanakan sholat ied di rumah, sedangkan bagi zona orange maksimal 15 persen dari kapasitas yang boleh di isi seperti masjid dan lapangan terbuka,” lanjut khofifah.

Masih kata Khofifah, bagi masyarakat yang belum diizinkan mudik mohon bersabar, pada dasarnya Allah menghendaki yang mudah dan Allah tidak menghendaki yang sulit.

Dengan ditabuhnya bedug oleh jajaran forkopimda jawa timur, dari Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya, Menandai bahwa romadhon tahun 1442 H, telah selesai dan memasuki 1 Syawal, Semoga semua dalam keadaan sehat bahagia sejahtera. (Imam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *