Khofifah: Berharap PPKM Mampu Menekan Penularan Covid-19 Disebelas Kabupaten dan Kota di Jatim

2 min read
Spread the love

Surabaya, Harianradar.com – Pemerintah Provinsi Jatim memutuskan ada 11 kabupaten atau kota yang akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 11-25 Januari 2021.

Perlu diketahui, 11 kabupaten atau kota yaitu, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Lamongan, Ngawi, dan Kabupaten Blitar.

Menurut Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, PPKM sebelas daerah itu berdasarkan tiga pertimbangan. Pertama, berdasarkan Instruksi Kemendagri 1/2021 yaitu Surabaya Raya meliputi Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Kedua, atas dasar daerah yang masuk zona merah dalam peta Gugus Tugas Covid-19 pusat, antara lain Kabupaten Blitar, Lamongan, dan Ngawi. Ketiga, berdasarkan daerah yang memenuhi 4 indikator Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) yaitu Kabupaten Madiun dan Kota Madiun.

“Adapun empat indikator yang menjadi kriteria pembatasan kegiatan pengendalian penyebaran Covid-19 salah satunya tingkat kematian di atas rata-rata nasional atau di atas 3 persen,” kata Khofifah, Gubernur Jatim. Sabtu (9/1/2021).

Karena tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional yakni di bawah 82 persen, tingkat kasus aktif di atas rata-rata nasional (14 persen), dan tingkat keterisian bed RS (BOR), ICU dan isolasi, di atas 70 persen. Berdasarkan Instruksi Mendagri 1/2021 diktum 1, daerah yang menjadi prioritas penerapan PPKM adalah Surabaya Raya dan Malang Raya. Sedangkan pada diktum ketiga instruksi itu, Gubernur juga bisa menetapkan kabupaten/kota lain yang perlu menerapkan PPKM.

“Sebab, berdasarkan berbagai pertimbangan itu, maka 11 kabupaten atau kota di Jatim itulah yang akan menerapkan PPKM mulai 11 hingga 25 Januari 2021 mendatang,” tuturnya.

Gubernur Jatim akan mengajak semua stakeholder dan masyarakat untuk mematuhi pelaksanaan PPKM. Dengan kerja sama semua pihak, dia berharap penyebaran Covid-19 dapat ditekan dan pemulihan ekonomi berjalan maksimal.

Baca Juga  Tidak Bisa Menolak PPKM, Pemkot Surabaya Tetap Siapkan Skema Pembatasan

“Maka pembatasan mobilitas ini perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Khofifah berharap, ini adalah salah satu penyebab peningkatan kasus Covid-19 ini adalah peningkatan mobilitas manusia. PPKM ini diharapkan mampu menekan penularan Covid-19,” imbuhnya.

“PPKM ini efektif untuk menghambat penyebaran Covid-19 di Jawa Timur,” ungkapnya. (Moch/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *