Kematian Samari di Tanah Merah Menjadi Teka-teki Keluarga, Polisi Berencana Bongkar Makam Lakukan Visum

BANGKALAN – Kasus kematian warga bernama Samari (57) yang ditemukan tewas dengan kondisi bersimbah darah dan luka parah di bagian kepala di Desa Karanggen Barat, Kampung Matanak, Kecamatan Tanah Merah, kini memasuki tahap penyelidikan lebih lanjut.

Pada hari Selasa, 14 Maret 2026, pihak Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan bersama jajarannya telah melakukan penyelidikan di Tujuan Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti yang objektif.

Pada tahap awal, terdapat dugaan bahwa korban wafat akibat terjatuh saat sedang pergi merumput. Namun, keluarga korban tidak dapat menerima dugaan tersebut begitu saja, mengingat kondisi luka yang dialami korban tergolong sangat parah. Saat ini muncul dugaan baru bahwa Samari menjadi korban pembunuhan dengan cara disabet menggunakan senjata tajam di bagian kepala dan pinggang.

S (95), kakak kandung korban yang merasa tidak terima dengan kejadian tragis ini, telah melaporkan perkara tersebut kepada pihak berwajib dan mendapatkan tanggapan yang positif dari jajaran Polres Bangkalan. Untuk memastikan apakah korban benar-benar meninggal akibat terjatuh atau karena terkena senggolan senjata tajam, pihak kepolisian berencana melakukan pembongkaran makam untuk menjalankan proses visum et repertum. Hingga saat berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait perkembangan penyelidikan.

Ketua Madas Nusantara DPD Bangkalan Herlan mengatakan, “Kami dari DPD juga DPK Nusantara akan terus membantu aparat kepolisian agar kasus wafatnya Samari segera terungkap dan untuk melakukan visum masih menunggu persetujuan Keluarga.”

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *