AMP Surabaya Menuai Teror, Ramli : LBH Surabaya Tegaskan Berikan Pendampingan Hukum

Keterangan Foto: M. Ramli Himawan, Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye LBH Surabaya
Keterangan Foto: M. Ramli Himawan, Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye LBH Surabaya

Surabaya – Asrama dan kontrakan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Surabaya mendapatkan teror dari orang tidak dikenal selama sepekan, termasuk mendapat kiriman biawak hidup.

Aksi teror ini diterima oleh AMP di Surabaya, mulai dari pemasangan poster bernarasi provokatif, ancaman pesan WhatsApp, dan pengiriman biawak hidup ke asrama.

Kini, AMP Surabaya melaporkan adanya serangkaian teror dan intimidasi yang mereka alami disampaikan dalam konferensi pers di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya, Jalan Kidal, Selasa (1/7/25).

Menurut Hengki Perwakilan AMP Surabaya, teror tersebut tidak hanya berupa tulisan bernada rasis yang ditempel di kontrakan mahasiswa, Poster tersebut bertulisan: Masyarakat Surabaya Harus Tau Aliansi Mahasiswa Papua Adalah Kelompok Separatis Jaringan Organisasi Papua Merdeka Tolak Tegas Aksi Makar Separatisme. Tak hanya itu, Mahasiswa Papua juga mendapatkan pesan ancaman yang dikirimkan secara masif melalui chat WhatsApp (WA) dari nomor tidak dikenal sejak bulan Juni.

“Awalnya, hanya ditempel poster, kemudian di hari yang sama malamnya kami dapat chat WA dari nomor orang yang tidak dikenal,” kata Hengki dihadapan awakmedia saat Konferensi Pers.

Keterangan Foto: Hengki Perwakilan AMP Surabaya dihadapan awakmedia saat Konferensi Pers.
Keterangan Foto: Hengki Perwakilan AMP Surabaya dihadapan awakmedia saat Konferensi Pers.

Hengki menambahkan, teror ini tidak hanya terjadi di Surabaya, bahkan hampir di kota lain juga dirasakan sama oleh teman-teman Mahasiswa Papua, seperti di Jogjakarta, mereka dikirimi paket berisi ayam mati, sampah, dan kotoran ayam, dan di Bali juga di kirim kepala babi busuk, di Makassar juga beredar surat pembatasan aksi yang mengatasnamakan masyarakat setempat.

“Kami saat ini belum melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian, untuk sementara kami masih koordinasi dengan LBH Surabaya,” ucapnya.

Secara terpisah M. Ramli Himawan, Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye LBH Surabaya, menuturkan sangat menyayangkan kejadian teror yang dialami Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Surabaya.

“Kami dari LBH Surabaya, siap memberikan pendampingan hukum bagi mahasiswa Papua,” kata M. Ramli Himawan.

M. Ramli Himawan menegaskan LBH Surabaya akan menawarkan opsi pendampingan hukum ke Mahasiswa Papua dalam bentuk pengaduan ke Komnas HAM maupun pelaporan ke pihak kepolisian kedepannya.

“Namun hal tersebut kami akan tetap melakukan dengan cara yang dapat dibenarkan secara hukum dengan pertimbangan bersama Mahasiswa Papua,” tutupnya.

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *