Ibu Hamil Bertaruh Nyawa Petugas Faskes Galis Lalai Sumpah Janji Abdi Nakes

 

Bangkalan – Pj Bupati Kabupaten Bangkalan menyoroti kasus ibu hamil di Bangkalan, Jawa Timur, yang tragis dialami pasien perempuan bernama Fitria Septiana (23) asal Dusun Rembah, Desa Galis Kecamatan Galis, Bangkalan. Pasien tersebut tengah hamil 7 bulan yang di bawa ke Puskesmas Galis untuk mendapatkan penanganan medis sekitar pukul 18.30 wib, mengalami pendarahan akut.

Saat perempuan warga Desa Galis itu datang ke Puskesmas Galis, ia mendapati ruang bersalin kosong tak ada staf medis yang bertugas sehingga harus pindah ke Puskesmas lain.

Padahal, Semenjak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kematian ibu hamil terjadi hampir setiap dua menit pada tahun 2020. Untuk menghindari sebab-sebab yang dapat dicegah terkait kehamilan dan persalinan, ada dua faktor utama yang menyebabkan angka kematian di Indonesia masih tinggi, yaitu terlambat menegakkan diagnosis dan terlambat untuk merujuk ke fasilitas kesehatan yang memiliki sarana dan prasarana lengkap.

Namun apabila terjadi kegawatdaruratan pada ibu hamil, maka para dokter kebidanan dan kandungan akan memilih untuk menyelamatkan sang ibu terlebih dahulu. Mengapa demikian? , Karena jika terlambat menegakkan diagnosis itu menyebabkan dia (ibu hamil) akan meninggal.

Terkait hal itu, Pj Bupati Kabupaten Bangkalan Madura Dr. Arief M. Edie, M.Si saat di konfirmasi, melalui chating whatsapp “Kami akan lakukan evaluasi, dan juga teguran tahapan dalam sangsi PNS, pertama teguran tertulis, kedua penundaan gaji, ketiga penundaan pangkat hingga keempat pemberhentian,” terangnya, kepada Harianradar.com, Selasa (27/08).

Tegasnya, Seharusnya kejadian yang dialami Fitria tidak perlu terjadi jika Pemerintah dengan serius menjalankan amanatnya untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada setiap warganya di manapun berada, bahkan di daerah-daerah seluruh Puskesmas Bangkalan.

“Jangan lagi sampai terjadi kasus serupa. Kami meminta segera melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk mencegah kelalaian seperti ini terjadi lagi. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran tentang ketersediaan layanan medis di daerah-daerah,” sebutnya.

Arief M. Edie juga mendorong Pemerintah melalui Dinas Kesehatan Bangkalan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kesehatan di daerah untuk mencegah kurangnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk di daerah-daerah Bangkalan.

“Tingkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, terutama penambahan tenaga medis, dan fasilitas kesehatan yang memadai,” pesannya.

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *