Sempat Viral di Medsos Siswi SMP Surabaya yang Dilaporkan Hilang Sudah Ditemukan Jatanras Polres Tanjung Perak

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Herlina didampingi Kasat Reskrim Polres Iptu Muhamad Prasetya serta Kanit Jatanras Ipda Mustofah saat memberikan keterangan kepada wartawan di mapolres Tanjung Perak. (Foto:Samsul).
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Herlina didampingi Kasat Reskrim Polres Iptu Muhamad Prasetya serta Kanit Jatanras Ipda Mustofah saat memberikan keterangan kepada wartawan di mapolres Tanjung Perak. (Foto:Samsul).

Surabaya – Seorang siswi berinisial RM (13), perempuan yang sempat dilaporkan hilang sudah ditemukan oleh pihak Kepolisian Satreskrim Polres Tanjung Perak Surabaya.

Korban RM yang masih duduk dibangku SMP 1 Simolawang Surabaya tersebut, ditemukan di rumah teman sekolahnya di wilayah Jalan Teluk Nibung Surabaya, dalam kondisi sehat.

“Sudah ditemukan dan saat ini sudah kami kembalikan ke keluarga dalam keadaan sehat,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Herlina didampingi Kasat Reskrim Polres Iptu Muhamad Prasetya serta Kanit Jatanras Ipda Mustofah, pada Rabu (15/11/2023) sore.

Herlina mengatakan, setelah menerima laporan dan viral di media sosial Instagram adanya siswi SMP 1 Surabaya hilang, Jumat (10/11/2023), dan pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Melalui dua orang saksi yakni, MK (orang tua), dan SF (teman korban) yang kita mintai keterangan.

“Dari hasil lidik kita dapat petunjuk dia berada di Teluk Nibung Surabaya. Hari Selasa (14/11) kami bersama Tim Jatanras Polres Tanjung Perak mendatangi rumah SF teman korban di Teluk Nibung Surabaya. Kemudian RM kita jemput di sana,” jelas Herlina.

Herlina menegaskan berdasarkan keterangan orang tua RM, ia kabur atas kehendak sendiri tanpa ada ajakan atau hasutan orang lain. “Tidak betah di rumah kemudian pergi meninggalkan rumahnya tanpa pamit orang tua selama 5 hari,” tutur dia.

“Memang dia sendiri yang mau kabur tanpa ada ajakan atau hasutan orang lain. Dia kepingin bebas ndak mau terkurung di rumah terus,” pungkas MK, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolres Tanjung Perak.

Herlina menghimbau, ini adalah salah satu tantangan bagi orang tua, untuk melakukan pembinaan kepada anak-anak, sekarang Genset itu berbeda cara melakukan pembinaan minimal orang tua harus memahami agar anak itu bisa betah di rumah.

“Kita menjadi orang tua itu ibaratnya juga sebagai teman atau rekan dan apapun yang dibutuhkan oleh anak kita, terkadang itu perlunya pengertian serta pengetahuan dari orang tua,”jelas Herlina.

Selain itu, Herlina menambahkan, dari pihak kepolisian Polres Tanjung Perak setiap bulan sudah melakukan sosialisasi melalui program Bullying ke sekolah di wilayah hukum Polres Tanjung Perak.

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *