Sampang – Pelatih ponpes Al Ittihad ustad Sukron mengakui kekalahan tim ittihad saat melawan Al Jauhariyyah di lap bola krampon Meski kalah, menurut dia, timnya mampu tampil bagus dan kompetitif di babak pertama pertandingan.
Saya pikir kami memainkan babak pertama yang bagus, kami kompetitif. Kebobolan gol cepat membuat kami kesulitan. Kami bisa kembali dengan mencetak gol brilian, tetapi kami kebobolan lagi melalui serangan balik,” ujar ustad Sukron.
“Itu adalah pertandingan yang sangat sulit melawan salah satu tim terbaik di dunia. Kami kebobolan gol kedua di menit terakhir pertandingan. Pertandingan ini menunjukkan bahwa kami memiliki jalan yang masih panjang untuk menutup masalah itu,” kata pelatih asal camplong tersebut.
Ustad Sukron menambahkan bahwa pemainnya perlu tampil lebih cepat untuk mematahkan rencana permainan Al jauhariyah. Namun, gol kedua yang dicetak Badrus Sholeh melalui skema tendangan luar kotak finalti terlanjut merusak mental timnya.
Dalam pertandingan tersebut, Al jauhariyah memang tampil dominan. Selain penguasaan bola 69 persen berbanding 31 persen, aljauhariyah dan kolega unggul dalam membuat peluang mencetak gol. Dari 24 percobaan, 11 peluang langsung mengarah ke gawang aljauhariyah.
Sedangkan Ittihad hanya memiliki lima peluang mencetak gol dan hanya dua yang shoot on target. “Jelas jika kami ingin kesempatan memenangkan pertandingan, kami harus banyak berlari. Anda harus dalam mode menyerang dan kami melakukannya di babak pertama. Gol kedua mereka membuat pertandingan kami selesai,” ujarnya.
Ustad Sukron menilai timnya sempat membuat aljauhariyah kerepotan dalam transisi bertahan ke menyerang. Namun, ia sadar skema itu tak selalu berjalan mulus. “Jika kami menyerang mereka dengan sangat tinggi, ada banyak hal negatif yang perlu Anda antisipasi. Gol kedua adalah tendangan luar kotak finalti yang dilakukan dengan brilian dan hampir tidak mungkin dihentikan. Babak kedua, mereka adalah tim yang lebih baik. (UMR)





