Bone Bolango – Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sangat dibutuhkan dan tetap berjalan meski dalam situasi pandemi COVID-19. Karena pembangunan sejumlah infrastruktur dapat dilanjutkan dengan kerja sama pentahelix dan penentuan skala prioritas pembangunan. Kini Masyarakat Desa Illohuuwa dan Desa Taludaa akan segera terhubung dan semakin mudah untuk melakukan kegiatan ekonomi yang saling menguntungkan kedua pihak, karena akan dibangun jalan lingkar yang menghubungkan antar desa.
Dengan di tandai acara syukuran dan pemotongan pita pembangunan jalan lingkar Desa Illohuuwa dan Desa Taludaa resmi di bangun, Kamis (09/06/2022).
Acara syukuran pembagunan jalan lingkar langsung dihadiri oleh Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, Ketua TP. PKK Bone Bolango Lolly Pou Junus, Ketua DPRD Halid Tangahu, Yossy M .Manopo Dirut PT TilongKabila Nusantara Raya (TNR) dan sejumlah pimpinan OPD.
Untuk diketahui, pembangunan jalan lingkar tersebut hasil kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan pihak swasta.

Menurut Bupati Hamim Pou pembangunan jalan lingkar dengan cara kolaborasi ini sangat setuju kerena dengan melibatkan semua pihak jalan ini secepatnya akan terwujud di ujung selatan wilayah Kabupaten Bone Bolango.
”Karena pembangunan jalan model triple helix yang pembangunan melibatkan banyak pihak akan cepat selesai,” tutur Hamim Pou.
Hamim Pou mengatakan dengan pembangunan jalan pola triple helix yang melibatkan semua pihak akan terus dilakukan di daerah lainnya.
“Karena kegiatan yang melibatkan banyak pihak ini harus kita dukung karena manfaatnya banyak dan akan menguntungkan kita semua,” katanya.
Lanjutnya, semoga dengan kehadiran jalan baru, tentu banyak yang terbantu, sehingga antar desa lebih lancar untuk melakukan semua aktivitas.
Secara terpisah Yossy s Manoppo mengungkapkan pembangunan jalan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, oleh sebab itu sudah sepantasnya pihak pengusaha untuk tidak hanya mementingkan untung semata, tanpa mau melihat kondisi daerahnya.
“Dengan adanya pembangunan jalan lingkar yang menghubungkan antar desa semoga bermanfaat dan paling tidak kita harus saling bahu membahu dan bergotong royong dengan Pemerintah Daerah setempat dan juga masyarakat untuk ikut berperan aktif membangun daerah tempat dimana usahanya berdiri dan menghasilkan keuntungan, Kalau itu bisa dilakukan saya yakin tidak akan ada kesenjangan antara masyarakat dan juga pengusaha,” ungkap Yossy.
Masih dikatakan Yossy, satu hal yang selalu ditekankan hal pembangunan infrastruktur, adalah regulasi dan kualitas proyek.
“Kami akan selalu menekankan, bahwa semua kegiatan pembangunan harus sesuai dengan regulasi. Begitu juga dengan kualitas, harus diperhatikan penuh supaya jalan tidak cepat rusak. Jangan ada proyek yang asal-asalan dalam mengerjakannya,’’ tandasnya.
Reporter: Mooch





