SURABAYA β Menjelang detik-detik akhir batas waktu pengerjaan, proyek pembangunan saluran U-ditch 80/100 di kawasan Jalan Tentara Genie Pelajar, Petemon, Kecamatan Sawahan, Surabaya, justru menuai sorotan tajam. Proyek infrastruktur yang didanai uang rakyat ini diduga dikerjakan secara asal-asalan akibat lemahnya pengawasan di lapangan.
Pantauan di lokasi Jumat, 11 September 2026, menunjukkan indikasi kelalaian yang fatal dari pihak CV Hadi Jaya Putra selaku kontraktor pelaksana dan CV Centrina Engineering sebagai konsultan pengawas.
“Demi mengejar target penyelesaian, kualitas fisik bangunan disinyalir dikorbankan. Salah satu temuan paling mencolok adalah pemasangan casting atau dudukan di dasar galian yang langsung diletakkan begitu saja tanpa adanya adukan semen (mortaran),” kata ahli teknik sipil yang tidak mau disebut namanya kepada harianradar, Jumat (11/09).
Pola kerja instan ini memicu kekhawatiran bahwa saluran air tersebut tidak akan bertahan lama dan rentan ambles saat menahan beban debit air.
Menurutnya, Tak hanya mengabaikan mutu proyek, keselamatan kerja pun terkesan dianggap sebelah mata. Di lokasi, para pekerja terlihat bebas beraktivitas tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai, sebuah pelanggaran nyata terhadap regulasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
“Kejar tayang proyek Kontraktor dan Pengawas Tutup Mata, kontraktor pelaksana CV Hadi Jaya Putra dan konsultan pengawas CV Centrina Engineering, terkesan pelaksana dan pengawasan menjelang MC100 malah bobrok, konstruksi asal jadi, kualitas fisik dikorbankan, nyawa pekerja diabaikan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, papan nama proyek sudah tidak ditemukan dilokasi dan pihak pelaksana maupun pengawas lapangan belum memberikan klarifikasi terkait pembiaran metode kerja yang ugal-ugalan di akhir masa kontrak ini.












