SURABAYA – Sebuah pemandangan miris sekaligus ironis tersaji tepat di depan gerbang SMP Negeri 20, Sambikerep, Surabaya. Sebuah dump truk bermuatan material tampak terperosok ke dalam amblasnya struktur saluran jalan yang diduga kuat tidak mampu menahan beban. Insiden ini bentuk sabotase dan menjadi bukti nyata betapa minimnya koordinasi antar-pihak dalam pelaksanaan proyek di fasilitas pendidikan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kontraktor utama, Sebut Jaya, alokasi anggaran sebenarnya sudah sangat mencukupi, termasuk untuk pengadaan dan pemasangan plat besi pelindung area lintasan kendaraan berat.
“Dana untuk beli plat besi pelindung itu sebenarnya sudah ada dan siap, tetapi pelaksana di lapangan tidak melaksanakannya. Ini jelas bentuk penghematan biaya yang salah kaprah dan egois,” aku Jaya, dari pihak Kontraktor SMPN 20.
Namun, fakta di lapangan berbicara lain. Pihak pelaksana proyek diduga kuat sengaja mengabaikan instruksi dan tidak melaksanakan prosedur tersebut. Tindakan potong kompas ini diduga sengaja dilakukan demi menekan pengeluaran alias menghemat biaya operasional pelaksana.
Sayangnya, efisiensi sepihak yang tidak bertanggung jawab ini mengorbankan keselamatan infrastruktur publik. Alih-alih menghemat, aksi asal terobos tanpa koordinasi dengan pihak lain ini justru memicu kerusakan fatal yang jelas-jelas merugikan proyek serta utilitas pihak lain di sekitar lokasi.
Jika proyek di lingkungan pendidikan saja dikerjakan dengan mentalitas mengabaikan keselamatan dan merugikan pihak lain demi keuntungan segelintir oknum pelaksana, lantas kualitas seperti apa yang ingin kita wariskan kepada generasi muda? Pihak berwenang harus segera turun tangan mengevaluasi total kinerja pelaksana di lapangan sebelum timbul kerugian yang jauh lebih besar.
Kini, Dunia jasa konstruksi di Surabaya kembali tercoreng oleh aksi tidak profesional oknum pelaksana lapangan. Sebuah insiden memprihatinkan terjadi di depan gerbang SMP Negeri 20 Surabaya, di mana sebuah truk bermuatan material berat ambles dan terperosok ke dalam struktur jalan publik yang runtuh akibat tidak mampu menahan beban kendaraan estimasih puluhan ton. Insiden ini diduga kuat terjadi akibat tindakan sepihak pelaksana yang asal terobos tanpa koordinasi serta mengabaikan prosedur keselamatan kerja.
Tak hanya itu, peristiwa ini terasa, Duka mendalam demi kejar target berujung petaka. Kejadian tersebut, Rabu (09/09) sekitar pukul 10.00 WIB, sebuah kecelakaan tunggal hampir saja merenggut nyawa.
Sebuah dump truck berukuran raksasa terperosok ke dalam selokan akibat sang sopir yang dipaksa kejar target demi memenuhi ambisi proyek. Beruntung, dalam insiden tragis ini, sang sopir berhasil selamat dari maut.
Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi dunia kerja. Di balik kemudi, ada nyawa manusia yang bertaruh nyawa di jalanan, sementara di atas sana, ada juragan proyek yang hanya memikirkan keuntungan dan memperkaya diri tanpa memedulikan keselamatan pekerja. Kejar target yang tidak manusiawi.
Hingga laporan ini diturunkan, Harian Radar telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) Dinas Pendidikan Kota Surabaya melalui pesan tertulis di nomor +62 812-xxxx-287. Namun sangat disayangkan, pejabat yang bersangkutan memilih untuk tidak memberikan respons.
Sikap diam otoritas terkait di tengah bergulirnya persoalan ini memicu gelombang desakan publik yang kian menguat. Masyarakat mendesak agar pucuk pimpinan segera turun tangan melakukan evaluasi total secara transparan, ketimbang bersikap pasif di balik meja kerja. Sanksi tegas juga dituntut untuk segera dijatuhkan kepada oknum pelaksana proyek di SMPN 20 Surabaya demi menegakkan keadilan.
Lebih jauh, publik menuntut pertanggungjawaban penuh agar kerugian struktural yang dialami oleh pihak-pihak terdampak segera mendapatkan ganti rugi yang layak. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa mentalitas kerja yang mengabaikan prosedur tidak terus-menerus membebani keuangan negara sekaligus merusak fasilitas publik yang dibiayai oleh rakyat.











