SURABAYA — Pekerjaan Pokmas saluran di kawasan Jalan Ikan Mungsing VII, Kecamatan Krembangan, Surabaya, menjadi sorotan. Selain kondisi galian yang dipenuhi tanah dan lumpur, papan nama proyek juga tidak terlihat di lokasi pekerjaan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, sejumlah tenaga kerja yang terlibat dalam pekerjaan tersebut berasal dari Tuban, Jawa Timur. Sementara itu, rekaman video di lokasi memperlihatkan aktivitas pekerja yang melakukan pekerjaan pemindahan material saluran di area galian.
Tidak adanya papan nama proyek di lokasi menimbulkan pertanyaan mengenai keterbukaan informasi kepada masyarakat. Pasalnya, papan informasi menjadi salah satu sarana bagi warga untuk mengetahui identitas pelaksana, sumber anggaran, nilai kontrak, serta waktu pelaksanaan pekerjaan apabila informasi tersebut diwajibkan dalam ketentuan proyek yang bersangkutan.
PAPAN NAMA TAK TERLIHAT, IDENTITAS PROYEK DIPERTANYAKAN
Ketiadaan papan nama proyek di lokasi menjadi perhatian tersendiri. Masyarakat berpotensi kesulitan mengetahui siapa kontraktor pelaksana, berapa nilai anggaran yang digunakan, dari mana sumber pendanaannya, serta instansi mana yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.
Transparansi informasi merupakan bagian penting dalam pelaksanaan proyek infrastruktur yang menggunakan anggaran publik. Karena itu, pihak kontraktor dan instansi terkait perlu memberikan penjelasan mengenai identitas proyek serta alasan papan informasi belum terlihat di lokasi pekerjaan.
Apabila papan nama memang diwajibkan berdasarkan ketentuan yang berlaku, pemasangannya perlu dipastikan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.
PEKERJA BERASAL DARI TUBAN, PENGAWASAN TENAGA KERJA JADI PERHATIAN
Selain persoalan papan nama, informasi mengenai pekerja yang berasal dari Tuban juga perlu dikonfirmasi kepada pihak pelaksana proyek.
Penggunaan tenaga kerja dari luar daerah bukanlah pelanggaran dengan sendirinya. Namun, kontraktor tetap bertanggung jawab memastikan seluruh pekerja mendapatkan perlindungan, memahami prosedur kerja, dan menggunakan alat pelindung diri sesuai risiko pekerjaan.
Pengawasan terhadap tenaga kerja juga diperlukan agar pekerjaan dilaksanakan sesuai metode teknis yang ditetapkan dan standar keselamatan yang berlaku.
KONDISI GALIAN DAN METODE PELAKSANAAN PERLU DIPERIKSA
Dalam rekaman video, terlihat aktivitas pekerja di sekitar galian dengan material tanah yang menumpuk di area pekerjaan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai penataan material galian, ruang gerak pekerja, serta metode pelaksanaan pekerjaan saluran.
Pihak Pokmas perlu memastikan bahwa setiap tahapan pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi teknis dan metode kerja yang telah disetujui.
Sementara itu, pengawas lapangan diharapkan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi aktual pekerjaan. Apabila ditemukan ketidaksesuaian dengan rencana teknis, perbaikan perlu dilakukan sesuai prosedur sebelum pekerjaan dilanjutkan.
K3 JANGAN DIABAIKAN, POKMAS DAN PENGAWAS DIMINTA BUKA SUARA
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam setiap pekerjaan konstruksi. Pengamanan area galian, penggunaan alat pelindung diri, serta penataan material harus diperhatikan untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja.
Pokmas perlu menjelaskan bagaimana penerapan K3 dilakukan di lokasi, termasuk perlindungan yang diberikan kepada tenaga kerja.
Pengawas proyek juga perlu memastikan bahwa pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan teknis dan prosedur keselamatan yang berlaku.
SEJUMLAH PERTANYAAN MENUNGGU JAWABAN
Sejumlah hal perlu diklarifikasi kepada kontraktor dan instansi penanggung jawab pekerjaan.
Mengapa papan nama proyek tidak terlihat di lokasi? Siapa kontraktor pelaksana dan berapa nilai anggaran pekerjaan tersebut? Apakah tenaga kerja telah mendapatkan pengarahan keselamatan? Bagaimana metode pelaksanaan pekerjaan saluran dilakukan? Serta, sejauh mana pengawasan terhadap mutu pekerjaan dan penerapan K3 telah dilaksanakan?
Jawaban atas pertanyaan tersebut diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai pelaksanaan proyek.
Hingga keterangan resmi dari pokmas dan pihak pengawas diperoleh, persoalan identitas proyek, metode kerja, dan penerapan keselamatan masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut.
Transparansi dan pengawasan yang memadai menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai ketentuan, menjaga keselamatan pekerja, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.


















