banner 728x250

Meneladani Mbah Sayyid Sulaiman: Lebih dari Sekadar Ziarah di Mojoagung

Meneladani Mbah Sayyid Sulaiman: Lebih dari Sekadar Ziarah di Mojoagung
Meneladani Mbah Sayyid Sulaiman: Lebih dari Sekadar Ziarah di Mojoagung
banner 120x600

JOMBANG — Makam Mbah Sayyid Sulaiman di Dusun Rejoslamet, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, tidak pernah sepi peziarah. Setiap harinya, ribuan doa mengalir di tempat peristirahatan terakhir ulama besar penyebar Islam di Jawa Timur ini.

Namun, ziarah ke makam beliau semestinya tidak berhenti pada ritual spiritual semata. Di balik nisan yang dikeramatkan itu, ada rekam jejak perjuangan luar biasa yang melampaui zamannya.

banner 325x300

Sayyid Sulaiman adalah sosok ulama multidimensi. Mengalir darah mulia dari sang ayah yang berasal dari Tarim, Yaman, dan garis ibu yang merupakan putri dari Pangeran Hasanuddin bin Sunan Gunung Jati, Cirebon. Lahir dalam lingkungan keraton, beliau memilih meninggalkan zona nyaman demi mengembara menyiarkan Islam ke pelosok tanah Jawa.

Warisan beliau yang paling monumental adalah berdirinya Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan. Atas perintah spiritual, beliau melakukan babat alas di hutan belantara Sidogiri selama 40 hari. Dedikasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya salah satu pesantren tertua dan benteng moral terbesar di Indonesia hingga saat ini.

Tidak hanya tangguh di dunia pendidikan Islam, beliau juga aktif merespons ketidakadilan di zamannya. Karena dakwahnya yang dinilai vokal, Sayyid Sulaiman sempat diasingkan oleh kolonial Belanda ke Krapyak, Pekalongan. Kedekatan historis beliau sebagai penasihat spiritual pejuang legendaris Untung Surapati menegaskan satu hal: bagi Sayyid Sulaiman, Islam adalah gerakan pembebasan dari kezaliman.

Perjalanan panjang dakwahnya menemui titik akhir ketika beliau jatuh sakit di kawasan Betek, Mojoagung, saat sedang dalam perjalanan. Beliau wafat dan dimakamkan di bumi Mojoagung, Jombang.

Di era modern yang penuh dengan pergeseran nilai moral, keteladanan Sayyid Sulaiman menjadi penawar dahaga yang sangat relevan. Kisah hidupnya tidak boleh mengendap sebagai cerita usang yang terkunci di area pemakaman saja.

Generasi hari ini perlu berefleksi bagaimana cara mengawinkan antara keteguhan iman, kemandirian lembaga pendidikan, serta komitmen membela tanah air. Berdasarkan catatan sejarah resmi dan dokumentasi historiografi pesantren yang dirilis oleh Situs Resmi Pondok Pesantren Sidogiri serta catatan pustaka NU Online, kiprah perjuangan Mbah Sayyid Sulaiman adalah bukti otentik. Makam di Mojoagung adalah pengingat abadi bahwa peradaban besar hanya bisa dibangun lewat keikhlasan dan pengorbanan nyata untuk umat.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page