banner 728x250

Mahasiswa Akuntansi UINSA Belajar Kemandirian Ekonomi Desa melalui Tata Kelola Keuangan di Oro-Oro Ombo

Mahasiswa Akuntansi UINSA Belajar Kemandirian Ekonomi Desa melalui Tata Kelola Keuangan di Oro-Oro Ombo
Mahasiswa Akuntansi UINSA Belajar Kemandirian Ekonomi Desa melalui Tata Kelola Keuangan di Oro-Oro Ombo
banner 120x600

Batu, Jawa Timur — Apa yang membuat sebuah desa mampu berkembang secara ekonomi? Apakah cukup dengan memiliki potensi wisata yang ramai dikunjungi? Atau justru bagaimana potensi tersebut dikelola, dikembangkan, dan memberikan manfaat kembali kepada masyarakat?.

Pertanyaan tersebut menjadi salah satu hal yang menarik bagi mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) ketika melakukan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu. Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana potensi desa, kegiatan usaha masyarakat, BUMDes, dan tata kelola keuangan saling berkaitan dalam membangun perekonomian desa.

banner 325x300

Kegiatan yang dilaksanakan melalui kunjungan akademik tersebut tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk memahami praktik pengelolaan ekonomi desa secara langsung.

## Dari Potensi Wisata hingga Aktivitas Ekonomi Masyarakat

Desa Oro-Oro Ombo memiliki potensi pariwisata yang menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi masyarakat. Berbagai objek wisata, seperti Batu Night Spectacular (BNS), Jatim Park 1, Jatim Park 2, Jatim Park 3, serta Coban Rais, menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang berkembang di kawasan tersebut.

Keberadaan objek wisata tersebut membuka berbagai peluang bagi masyarakat. Tidak sedikit warga yang memanfaatkan peluang dengan menjalankan usaha penginapan, homestay, vila, maupun kos-kosan. Bahkan, masyarakat yang berhasil membawa wisatawan untuk menginap di vila dapat memperoleh komisi sebesar 20%.

Hal tersebut menunjukkan bahwa manfaat ekonomi dari pariwisata dapat menjangkau masyarakat di sekitar kawasan wisata. Pariwisata tidak hanya menghasilkan aktivitas bagi pengelola objek wisata, tetapi juga menciptakan peluang usaha bagi masyarakat yang mampu melihat dan memanfaatkannya.

Namun, perkembangan ekonomi tentu tidak cukup hanya dengan memanfaatkan peluang. Pengelolaan yang baik dibutuhkan agar pertumbuhan usaha tetap berjalan secara tertata dan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

## Kemandirian Ekonomi Tidak Berhenti pada Besarnya Keuntungan

Salah satu pembelajaran penting yang diperoleh mahasiswa berasal dari pengelolaan BUMDes. Dalam pengelolaan usaha desa, keuntungan yang diperoleh tidak hanya digunakan untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi dapat kembali dimanfaatkan untuk penambahan aset, pemeliharaan aset, dan kegiatan operasional.

Bagi mahasiswa Akuntansi, hal tersebut menjadi gambaran nyata bahwa pengelolaan keuangan memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan sebuah usaha. Keuntungan bukan sekadar angka yang menunjukkan hasil usaha, tetapi juga dapat menjadi sumber daya untuk mengembangkan usaha berikutnya.

Dengan demikian, kemandirian ekonomi desa tidak hanya dapat dilihat dari kemampuan menghasilkan pendapatan. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana pendapatan tersebut dikelola dan dialokasikan secara tepat agar dapat mendukung keberlangsungan kegiatan ekonomi desa.

Di sinilah tata kelola keuangan menjadi bagian penting. Ketika aset, pendapatan, dan keuntungan dikelola dengan baik, hasil usaha dapat kembali memberikan manfaat bagi perkembangan usaha dan masyarakat.

## Menata Ekonomi Sekaligus Menjaga Lingkungan

Pengembangan ekonomi masyarakat di Oro-Oro Ombo juga terlihat dari adanya upaya penataan kegiatan perdagangan. Pedagang yang sebelumnya berjualan di pinggir jalan direlokasi ke tempat yang lebih layak sehingga aktivitas perdagangan menjadi lebih tertata.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan ekonomi desa tidak semata-mata mengejar peningkatan pendapatan. Ada aspek lain yang perlu diperhatikan, yaitu bagaimana aktivitas ekonomi dapat berlangsung secara teratur dan tetap memperhatikan lingkungan di sekitarnya.

Penataan tersebut juga menjadi contoh bahwa pengembangan usaha masyarakat membutuhkan koordinasi antara berbagai pihak. Pertumbuhan ekonomi akan lebih bermakna ketika berjalan beriringan dengan pengelolaan lingkungan dan kenyamanan masyarakat.

## Akuntansi Bertemu dengan Realitas di Lapangan

Dalam kegiatan KKL, mahasiswa mendapatkan materi dari sejumlah narasumber yang memberikan perspektif berbeda mengenai pengelolaan desa.

Kepala Desa Oro-Oro Ombo, Bapak Wiweko, menyampaikan materi mengenai “Oro-Oro Ombo sebagai Desa Wisata yang Berkembang”. Materi tersebut memberikan gambaran mengenai potensi wisata dan perkembangan desa dalam memanfaatkan potensi yang dimiliki.

Selanjutnya, Bendahara Desa, Bapak As’at, menyampaikan materi “Transformasi Kemandirian Ekonomi Desa Oro-Oro Ombo”. Mahasiswa memperoleh gambaran mengenai bagaimana desa mengembangkan kegiatan ekonomi dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

Sementara itu, dosen Akuntansi UINSA, Bapak Ibe, menyampaikan materi mengenai “Tata Kelola Keuangan Sederhana UMKM”. Materi ini menjadi relevan karena mahasiswa dapat melihat bahwa pengelolaan keuangan tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan besar, tetapi juga oleh usaha masyarakat dan unit usaha desa.

Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, mahasiswa dapat menggali informasi lebih jauh mengenai pengembangan desa, pengelolaan usaha, hingga tata kelola keuangan.

Pembelajaran tersebut memperlihatkan bahwa ilmu Akuntansi memiliki cakupan yang luas. Akuntansi tidak berhenti pada pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana informasi keuangan dapat mendukung pengelolaan aset, pengambilan keputusan, dan keberlanjutan suatu usaha.

## Melihat Potensi Desa Secara Langsung

Setelah kegiatan penyampaian materi, mahasiswa melanjutkan kunjungan ke salah satu unit bisnis yang dikembangkan Desa Oro-Oro Ombo, yaitu wisata petik stroberi.

Kunjungan tersebut menjadi pengalaman yang menarik karena mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana potensi lokal dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan ekonomi dan pariwisata desa. Kebun stroberi tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati hasil pertanian, tetapi juga dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

Bagi mahasiswa, pengalaman melihat langsung unit usaha memberikan gambaran yang berbeda dibandingkan hanya mempelajari konsep melalui buku atau materi perkuliahan. Mahasiswa dapat memahami bahwa di balik sebuah unit usaha terdapat proses pengelolaan, pemanfaatan aset, pelayanan, dan peluang pendapatan yang perlu diperhatikan.

Selain memperoleh pengalaman akademik, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menikmati suasana Kota Batu, berfoto bersama kelompok, dan mempererat kebersamaan selama perjalanan.

## Ketika Teori Akuntansi Bertemu dengan Praktik

Kegiatan KKL di Desa Oro-Oro Ombo memberikan pemahaman bahwa teori yang dipelajari mahasiswa di ruang kelas memiliki hubungan dengan berbagai aktivitas ekonomi di masyarakat.

Bagi mahasiswa Akuntansi, salah satu pelajaran penting yang dapat diambil adalah bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya keuntungan. Pengelolaan aset, penggunaan pendapatan, pemeliharaan usaha, transparansi, akuntabilitas, serta kemampuan melihat peluang juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan ekonomi.

Oro-Oro Ombo memberikan contoh bagaimana potensi pariwisata dapat menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat, sementara BUMDes menjadi salah satu bagian dari upaya mengelola dan mengembangkan kegiatan usaha desa. Di sisi lain, penataan pedagang dan perhatian terhadap lingkungan menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi juga perlu berjalan secara teratur dan berkelanjutan.

Pengalaman tersebut membuat mahasiswa tidak hanya melihat akuntansi sebagai ilmu mengenai angka, tetapi juga sebagai bagian dari proses pengelolaan sumber daya dan pengambilan keputusan.

## Belajar dari Desa, Memahami Peran Akuntansi 

Pada akhirnya, KKL di Desa Oro-Oro Ombo bukan sekadar kegiatan kunjungan akademik. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi dan bagaimana tata kelola diperlukan agar manfaatnya dapat terus dirasakan.

Perjalanan dari UINSA menuju Oro-Oro Ombo memberikan pengalaman yang menggabungkan pembelajaran, observasi, diskusi, dan interaksi langsung dengan pengelola desa. Mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai pengembangan desa wisata, kemandirian ekonomi, pengelolaan BUMDes, hingga tata kelola keuangan UMKM.

Dari kegiatan tersebut, mahasiswa dapat memahami bahwa kemandirian ekonomi bukan hanya tentang seberapa besar sebuah desa mampu menghasilkan pendapatan, tetapi juga tentang bagaimana potensi, aset, dan keuntungan dikelola secara bertanggung jawab untuk mendukung keberlanjutan usaha dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bagi mahasiswa Akuntansi UINSA, pengalaman di Oro-Oro Ombo menjadi pengingat bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah memiliki ruang penerapan yang luas, bahkan hingga ke tingkat desa, tempat angka-angka keuangan pada akhirnya berhubungan langsung dengan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *