Indeks

Viral Insiden Gerak Jalan, Dispora Bangkalan Tegaskan Peserta Tak Terdaftar dan Perketat Evaluasi Pengamanan

Viral Insiden Gerak Jalan, Dispora Bangkalan Tegaskan Peserta Tak Terdaftar dan Perketat Evaluasi Pengamanan, Selasa (11/8/2026).
Viral Insiden Gerak Jalan, Dispora Bangkalan Tegaskan Peserta Tak Terdaftar dan Perketat Evaluasi Pengamanan, Selasa (11/8/2026).

PEMERINTAH Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) memberikan klarifikasi terkait insiden dalam pelaksanaan Lomba Gerak Jalan Tingkat SMA dan Umum yang menjadi perhatian masyarakat di media sosial.

Ketua Pelaksana Lomba Gerak Jalan yang juga Kepala Dispora Kabupaten Bangkalan, Muawi Arifin, menegaskan bahwa pihak yang melakukan tindakan tidak pantas dalam insiden tersebut bukan merupakan peserta yang terdaftar secara resmi dalam perlombaan.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya video insiden saat pelaksanaan lomba yang kemudian mendapat perhatian luas dari masyarakat. Panitia memastikan seluruh peserta resmi sebelumnya telah melalui proses registrasi dan mengikuti ketentuan yang ditetapkan dalam technical meeting.

“Pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bangkalan yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan lomba gerak jalan tingkat SMA dan umum yang telah berlangsung selama delapan hari,” ujar Muawi.

Ia menjelaskan, pelaksanaan lomba telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan panitia. Ketentuan tersebut telah disampaikan kepada peserta melalui technical meeting, termasuk mengenai hak dan kewajiban peserta serta aspek-aspek yang menjadi dasar penilaian.

Menurutnya, penilaian lomba tidak hanya berkaitan dengan ketepatan waktu dan jarak tempuh, tetapi juga mencakup pakaian, kerapian, kekompakan, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang telah disepakati.

“Semua sudah dituangkan dalam technical meeting. Termasuk ketentuan mengenai pakaian, kerapian dan kekompakan peserta, yang tentunya harus tetap memperhatikan rambu-rambu dan nilai-nilai yang berlaku di Kabupaten Bangkalan,” jelasnya.

Muawi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, peserta resmi, maupun pihak lain yang merasa terganggu akibat insiden tersebut.

“Atas nama panitia, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat insiden tersebut,” ungkapnya.

Ia menegaskan, panitia tidak membenarkan adanya tindakan yang dinilai tidak pantas dan tidak sesuai dengan semangat pelaksanaan kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut.

Lebih lanjut, Muawi memastikan pihak yang terlihat dalam insiden dan menjadi sorotan masyarakat tersebut tidak tercatat sebagai peserta resmi.

“Yang pasti, kami selaku panitia memastikan bahwa peserta tersebut tidak terdaftar dalam pelaksanaan yang kami selenggarakan. Karena peserta resmi harus melalui proses registrasi dan verifikasi,” tegasnya.

Selain memastikan status pihak yang terlibat dalam insiden, panitia juga mengakui adanya keterbatasan dalam pengawasan di sepanjang rute lomba.

Muawi menjelaskan, panitia sebelumnya telah berkoordinasi dengan tim pengamanan dan menempatkan sejumlah personel di beberapa titik sepanjang rute. Pengamanan antara lain melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta unsur pengamanan lainnya.

Namun, dengan panjangnya rute dan banyaknya masyarakat yang antusias menyaksikan maupun ikut meramaikan kegiatan, terdapat celah yang memungkinkan pihak yang tidak terdaftar masuk ke dalam jalur peserta.

“Personel pengamanan tentu memiliki keterbatasan. Sehingga ada titik-titik tertentu yang mungkin menjadi kesempatan bagi pihak yang tidak terdaftar untuk masuk ke dalam rute,” katanya.

Muawi menambahkan, petugas panitia dan tim pengamanan sebenarnya telah mengambil tindakan dengan mengeluarkan pihak tersebut dari area kegiatan.

“Yang bersangkutan sempat dikeluarkan oleh petugas dari tim pengamanan panitia,” imbuhnya.

Jadi Bahan Evaluasi untuk Kegiatan Berikutnya

Pemkab Bangkalan memastikan insiden tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi penyelenggaraan kegiatan serupa di masa mendatang. Pengawasan, pengamanan, serta proses verifikasi peserta akan diperketat untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Muawi menegaskan, panitia bertanggung jawab melakukan pembenahan agar penyelenggaraan kegiatan olahraga dan kemasyarakatan di Kabupaten Bangkalan dapat berlangsung semakin tertib, aman, nyaman, dan profesional.

“Kejadian ini menjadi atensi dan evaluasi kami. Ke depan, pengawasan, pengamanan dan verifikasi peserta akan kami perketat agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi masyarakat yang telah menyampaikan kritik dan masukan atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas saran dan kritik yang telah disampaikan. Ini menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bagi kami untuk penyelenggaraan kegiatan berikutnya,” pungkasnya.

Melalui klarifikasi ini, Pemkab Bangkalan berharap masyarakat dapat memperoleh informasi secara utuh dan tidak menggeneralisasi tindakan oknum yang tidak terdaftar sebagai peserta resmi kepada seluruh peserta Lomba Gerak Jalan yang telah mengikuti ketentuan dan menjaga sportivitas selama kegiatan berlangsung.

Exit mobile version