SURABAYA – Ketahanan pangan tidak selalu harus dibangun melalui lahan pertanian yang luas. Di tengah padatnya kawasan perkotaan, pemanfaatan lahan lingkungan secara produktif dapat menjadi langkah sederhana untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memperkuat kemandirian warga.
Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan Polsek Krembangan bersama Bhayangkari Ranting Krembangan yang turun langsung dalam kegiatan tanam dan panen sawi caisim di Kelompok Wanita Tani (KWT) Dorang Cinta, Jalan Ikan Dorang Baru 1 Nomor 24, Kelurahan Perak Barat, Kecamatan Krembangan, Surabaya, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu dipimpin Kapolsek Krembangan Kompol Sofyan Efendi, S.H., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Ranting Krembangan dan jajaran pengurus.
Turut hadir pula Lurah Perak Barat, Bhabinkamtibmas Kelurahan Morokrembangan dan Perak Barat, pengurus KWT Dorang Cinta, ketua RT dan RW setempat serta warga.
Suasana kebersamaan terlihat ketika Ketua KWT Dorang Cinta, Vivi, menyerahkan bibit sawi caisim kepada Ketua Bhayangkari Ranting Krembangan untuk ditanam bersama. Kapolsek Krembangan dan jajaran Bhayangkari kemudian ikut turun langsung mengikuti proses budidaya hingga memanen sawi yang telah siap dipetik.
Kompol Sofyan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan kepolisian terhadap upaya masyarakat dalam membangun ketahanan pangan dari lingkungan sekitar.
Menurutnya, masyarakat perkotaan tetap memiliki peluang untuk menghasilkan bahan pangan meski dengan keterbatasan lahan.
“Ketahanan pangan tidak harus dimulai dari program berskala besar. Lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara produktif dan dikelola bersama sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Kompol Sofyan.
Ia menambahkan, kegiatan tanam dan panen bersama tidak sekadar menghasilkan sayuran. Lebih dari itu, aktivitas tersebut dapat membangun kepedulian, gotong royong dan kemandirian warga.
“Kami ingin mendorong semangat warga agar terus memanfaatkan potensi lingkungan untuk menghasilkan pangan. Kegiatan seperti tanam dan panen bersama ini bukan hanya menghasilkan sayuran, tetapi juga memperkuat kebersamaan serta kemandirian masyarakat,” katanya.
Bagi wilayah perkotaan seperti Surabaya, keberadaan kelompok masyarakat yang aktif mengelola lahan menjadi salah satu potensi penting dalam mendukung ketahanan pangan.
KWT Dorang Cinta menjadi contoh bahwa ruang yang tersedia di lingkungan permukiman dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tanaman pangan yang memiliki nilai manfaat bagi warga.
Kehadiran Polsek Krembangan dan Bhayangkari juga menjadi bentuk dukungan terhadap inisiatif masyarakat agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada aktivitas seremonial, tetapi dapat terus dikembangkan.
Sofyan berharap kolaborasi antara kepolisian, Bhayangkari, pemerintah kelurahan dan masyarakat dapat menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan.
“Yang terpenting adalah bagaimana kegiatan ini bisa terus dirawat dan dikembangkan bersama. Kami berharap tanaman yang dibudidayakan nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi contoh bahwa ketahanan pangan bisa dibangun dari lingkungan sendiri,” tuturnya.
