Indeks

Proyek SDN Baru Tambak Wedi Tuai Sorotan, Kedalaman Mini Pile hingga Struktur Diduga Menyimpang Bestek 

Foto: Pembangunan gedung dua lantai SDN Baru Tambak Wedi. Pekerjaan pondasi mini pile, jumlah dan kedalaman tiang pancang, dimensi struktur, serta mutu pembesian disorot, diduga belum sesuai bestek.
Foto: Pembangunan gedung dua lantai SDN Baru Tambak Wedi. Pekerjaan pondasi mini pile, jumlah dan kedalaman tiang pancang, dimensi struktur, serta mutu pembesian disorot, diduga belum sesuai bestek.

Surabaya – Proyek pembangunan gedung dua lantai SDN Baru Tambak Wedi Tahun Anggaran 2026 di bawah Satker Dinas Pendidikan Kota Surabaya menjadi sorotan. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan pekerjaan pondasi mini pile telah berlangsung, namun jumlah titik pancang, posisi,1 dan kedalaman tiang masih perlu diverifikasi dengan gambar kerja (bestek), serta kontrak kerja.

Pantauan juga menemukan pekerjaan struktur bawah, meliputi pile cap, sloof, kolom utama, dan perakitan tulangan. Kedalaman galian pondasi terpantau sekitar 1,65 meter. Seluruh dimensi struktur, elevasi, sambungan mini pile, serta penyaluran tulangan harus sesuai spesifikasi.

“Selain itu, mutu material pembesian menjadi perhatian. Diameter dan kualitas besi beton wajib memenuhi ketentuan dalam gambar rencana dan dokumen kontrak,” kata Nawwir Aktivis Sosial LSM TAYN, Senin (06/07).

Ia menyebutkan, Secara teknis, pengurangan jumlah maupun kedalaman tiang pancang, atau penggunaan material di bawah spesifikasi, berpotensi memengaruhi daya dukung pondasi dan kekuatan struktur.

“Namun, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan teknis, pengujian material, dan verifikasi dokumen,” ucapnya.

Karena proyek masih berada pada tahap pekerjaan pondasi dan struktur utama, pengawasan konsultan pengawas, manajemen konstruksi, serta pengguna anggaran dinilai harus diperketat.

“Dokumentasi hasil pemancangan dan pengendalian mutu menjadi bagian penting untuk memastikan bangunan memenuhi standar keamanan dan umur layan sesuai perencanaan,” imbuhnya.

Proyek dengan masa pelaksanaan 165 hari kalender ini dikerjakan CV Mekar Melati selaku kontraktor pelaksana dan diawasi CV Prima Cipta Consultant.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Kota Surabaya belum memberikan klarifikasi. Seluruh temuan di lapangan masih menunggu verifikasi teknis untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan telah sesuai kontrak, spesifikasi teknis, serta tidak menimbulkan potensi kerugian keuangan negara.(JR).

Exit mobile version