Surabaya – Momentum bulan Syawal dimanfaatkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Surabaya untuk mempererat soliditas internal sekaligus memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan Rapat Konsolidasi dan Halal Bihalal yang digelar di Hotel Harris Surabaya pada Senin (30/3/2026) menjadi ruang silaturahmi antara jajaran pengurus DPC, PAC, fraksi, hingga kader di tingkat kota.
Dalam suasana penuh kehangatan, Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, menegaskan pentingnya kebersamaan dan saling memaafkan sebagai fondasi awal untuk melangkah ke depan.
Cahyo menyampaikan bahwa sebagai manusia biasa, seluruh jajaran pengurus memiliki kekurangan. Oleh karena itu, momen Halal Bihalal ini menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan emosional antar kader.
Ia menuturkan bahwa selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kader Partai Gerindra memiliki tanggung jawab yang lebih luas, tidak hanya dalam konteks suksesi demokrasi.
“Sebagai kader, kita tidak hanya berbicara soal kemenangan politik atau melahirkan pemimpin. Kita juga memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas politik serta memastikan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara tetap kondusif, khususnya di Kota Surabaya,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh empati.
Lebih lanjut, Cahyo menekankan bahwa kader partai harus mampu menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini dinilai krusial dalam membangun optimisme publik terhadap kinerja pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Menurutnya, pendidikan politik kepada masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan dengan menghadirkan informasi yang akurat, faktual, dan mudah dipahami.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat tidak akan mampu merasakan kehadiran negara secara utuh jika belum memahami program dan kebijakan yang dijalankan pemerintah.
“Memberikan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan adalah bagian dari pendidikan politik. Ketika masyarakat memahami kebijakan pemerintah, maka optimisme terhadap negara akan tumbuh dengan sendirinya,” jelasnya.
Dalam menghadapi tahun 2026, Cahyo menilai tidak ada catatan khusus yang menjadi beban kader. Justru, ia melihat kekuatan besar dari kolaborasi antara pengurus senior dan kader muda yang terus dijaga.
Kombinasi pengalaman dan energi baru dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat gerakan politik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa setiap kader memiliki kontribusi dan peran strategis masing-masing. Dengan sinergi yang terbangun, kinerja politik dan kerja kerakyatan diharapkan semakin optimal.
Cahyo juga menyoroti pentingnya peran legislatif dalam mengawal jalannya pemerintahan. Ia menekankan bahwa fungsi pengawasan terhadap eksekutif harus dijalankan secara konsisten demi memastikan program-program strategis berjalan sesuai tujuan.
Menurutnya, ketika masyarakat telah memahami arah kebijakan pemerintah, maka proses pengawasan dan pelaksanaan program akan berjalan lebih efektif dan transparan.
“Jika masyarakat sudah memahami program pemerintah, maka sinergi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat akan terbentuk dengan kuat. Dari situlah gerakan nyata di tengah masyarakat bisa terwujud,” pungkasnya.